SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Serang cukup tinggi di tahun 2025. Tercatat, hingga Agustus 2025, terjadi sebanyak 423 kasus DBD di Kabupaten Serang.
Jumlah tersebut cukup tinggi walaupun tidak melewati capaian kasus selama setahun di 2024 lali yang mencapai 558 kasus DBD.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang jumlah kasus DBD cukup fluktuatif setiap tahunnya.
Tercatat data tahun 2022 lalu, ada 244 kasus. Lalu di tahun 2023 turun menjadi 238 kasus. Peningkatan signifikan terjadi di tahun 2024 dimana kasus melonjak hingga 558 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti mengatakan, tingginya kasus DBD di Kabupaten Serang lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu atau memasuki fase kemarau basah.
“Faktor yang sangat mempengaruhi memang kemarau basah atau hujan-panas bergantian. Menimbulkan banyaknya tempat perindukan nyamuk,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis 18 September 2025.
Ia mengungkapkan, selain kondisi cuaca, ada faktor lain yang juga mempengaruhi banyaknya kasus DBD yakni minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.
Sehingga ada banyak barang-barang yang tanpa disadari menjadi tempat nyamuk pembawa penyakit DBD bisa berkembang biak dengann baik.
“Banyak tempat yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk yakni genangan-genangan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah. Misalnya tempat minum burung, tempat penampungan air yang enggak pernah dikuras, vas bunga, kolam-kolam hias yang tidak ada ikan pemakan jentiknya atau sampah yang menumpuk bisa jadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Ia mengatakan, menjaga perilaku hidup bersih di masyarakat sangat penting. Pasalnya, jangkauan terbang nyamuk cukup jauh yakni mencapai 100 meter. Sehingga nantinya apabila ada sarang nyamuk di lingkungan masyarakat dengan area jangkaunya, maka dapat berpotensi bisa menularkan penyakit DBD.
“Jadi kalau misalnya kita sudah bagus di rumah tapi ada tetangga kita misalnya masih ada sarang nyamuknya ya kita tetap masih bisa tertular karena jarak terbang nyamuk itu kan kurang lebih 100 meter ya atau kurang lebih 40 rumah. Jadi kita upayanya yaitu tadi dengan gerakan, kemudian sosialisasi, penyuluhan supaya masyarakat semuanya bergerak melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga penting untuk mengetahui gejala-gejala apa yang timbul ketika tergena DBD. Ini penting dilakukan agar nantinya mereka yang terkena DBD tidak terlambat ketika mendapatkan penanganan mengingat penyakit DBD sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.
“Gejala DBD kan demam tinggi terus-menerus selama 2 sampai 7 hari. Ketika diberi obat turun panas turun sebentar tapi naik lagi. Kemudian ada nyeri kepala berat, kemudian ada nyeri ulu hati. Lalu timbulnya tanda-tanda perdarahan bisa berupa bintik merah di kulit ya itu perdarahan bawah kulit bisa berupa mimisan, bisa gusi berdarah, bisa berupa BAB-nya ada darahnya dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











