LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, mencatat sudah ada 16 kecamatan yang melaporkan Krisis air bersih. Juga 23 desa yang sudah melapor untuk mendapatkan bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan, dalam waktu seminggu pihaknya menyalurkan air untuk kebutuhan ribuan warga di tiap desa yang mengalami krisis air bersih.
“Kebutuhan air bersihnya selama satu minggu, dibutuhkan 433 ribu liter air bersih. Sedangkan realisasinya kita baru menjangkau, dengan armada yang kita punya dengan tiga tangki air, satu tambahan dari PDAM dan PMI. Kita baru bisa menjangkau di 99 ribu liter di 16 desa,” kata Febby kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 28 Agustus 2023.
Dijelaskannya, saat ini pihak BPBD Kabupaten Lebak secara resmi baru mendistribusikan air ke 16 kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
“Jadi yang baru dilayani oleh kita 16 desa, dan total air yang baru kita distribusikan 99 ribu liter. Ada beberapa desa yang kampung-kampungnya belum kita distribusikan,” jelas Febby.
Febby menuturkan, saat ini kita terus melakukan distribusi air bersih kepada wilayah yang belum mendapatkan kebutuhan air bersih.
“Pengiriman air bersih ini merupakan solusi jangka pendek, yang kita laksanakan. Karena air ini sumber kehidupan dan dijamin oleh negara. Kita berusaha memenuhi kebutuhan minimal untuk masyarakat yang terdampak krisis air bersih,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam mengatasi kondisi air bersih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengajak masyarakat untuk menghemat air bersih. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











