TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi sampah di TPA Rawa Kucing dan tempat pemakaman umum (TPU) yang hampir over load disorot pengamat kebijakan publik Kota Tangerang, Hasanudin Bije.
Hasanudin mengatakan, masalah tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan serius dari Pemkot Tangerang.
Hasanudin Bije mengatakan, terkait pengolahan sampah, salah satu solusi penting menangani volume sampah adalah dengan pengelolaan. Dimana, saat ini kondisi kapasitas TPA Rawa Kucing sudah mencapai 80 persen.
Hasanudin pun meminta agar program pembangkit listrik tenaga sampah segera direalisasikan.
“Sudah hampir penuh itu. Kan Pemerintah Pusat hingga Daerah sudah punya perencanaan (pengelolaan sampah). Harus direalisasikan itu,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 30 Agustus 2023 lalu.
Hasanudin mengatakan, sejatinya di Kota Tangerang sudah ada wacana mengenai pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik yang digaungkan sejak tahun lalu. Namun, hingga saat ini progam tersebut belum jalan.
“Pemerintah jangan hanya disibukkan mencari tempat untuk pembuangan sampah, tetapi juga harus memikirkan bagaimana cara mengelola sampahnya,” tambahnya.
Khusus masalah TPU, Pemkot Tangerang sebelumnya sudah memiliki lahan seluas
14 hektare di Slapajang.
Lahan tersebut sebelumnya diperoleh di era pemerintahan Walikota, Zakaria Mahmud. Namun, kondisinya saat ini sudah penuh.
Perluasan TPU pun, sambung Hasanudin, sudah dilakukan Pemkot Tangerang dengan menambah lima hektare lahan di Kedaung Wetan. Namun, lahan tersebut dikhawatirkan akan kembali penuh, mengingat ada tiap hari warga yang meninggal dunia.
“Bisa saja kemungkinan penerapan ada sistem tumpuk jenazah jika lahannya terbatas. Padahal kan setiap
pengembang wajib menyediakan 2,5 persen lahannya untuk ruang terbuka hijau. Itu dapat dimanfaatkan buat TPU,” tambahnya.
Sebelumnya, Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Jatiuwung mendapat perhatian khusus Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.
Hal itu dilakukan guna menekan volume sampah di TPA seluas 34, 8 hektare tersebut. Dimana, saat ini kapasitas TPA tersebut sudah mencapai 80 persen terisi.
Kepala DLH Kota Tangerang, Tihar Sopian mengatakan, progres pengerjaan PSEL saat ini sedang dalam tahap konstruksi.
Dimana, PT Oligo Infra Swarna Nusantara (OISN) selaku pemenang lelang sudah melakukan perjanjian kerja sama untuk membuat PSEL ini.
“Saat ini, sudah di masa konstruksi, di mana dilakukan Design Engineering Detail (DED). Kemudian, pematangan juga terhadap teknologi yang akan digunakan dan juga administrasi-administrasi yang dibutuhkan,” ujarnya pada Senin, 28 Agustus 2023 lalu.
Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Karawaci ini mengatakan, nantinya, sampah di TPA Rawa Kucing akan dikelola dan dicacah. Hasil cacahan tersebut, nantinya akan dibawa ke Jatiuwung untuk diproses menjadi tenaga listrik.
“Nanti sampah dari Rawa Kucing dicacah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan dikirim ke Jatiuwung untuk diolah menjadi energi listrik,” tambahnya.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agus Priwandono











