SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang terus berupaya menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui program pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, dan pemagangan.
Upaya tersebut dilakukan agar para pencari kerja di Kabupaten Serang memiliki akses informasi lowongan kerja sekaligus keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Berdasarkan data Disnakertrans Kabupaten Serang, hingga Juni 2026 jumlah pencari kerja mencapai sekitar 17 ribu orang. Sementara itu, tingkat serapan tenaga kerja telah mencapai 46 persen.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan untuk menurunkan TPT adalah memperluas program pelatihan kerja dan pemagangan nasional.
“Untuk pencari kerja pemula dilakukan peningkatan kapasitas. Lalu, kami juga melakukan upskilling bagi mereka yang sudah bekerja di perusahaan atau lembaga,” katanya usai menghadiri rapat koordinasi program pelatihan kerja dan vokasi di Aula Setda Kabupaten Serang, Selasa, 21 Juli 2026.
Najib mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pelatihan agar para pencari kerja memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga diminta memetakan kebutuhan pelatihan sesuai potensi wilayah.
“OPD sudah menyampaikan beberapa kebutuhan pelatihan. Nanti Bu Kadis akan memetakan berbasis kecamatan atau zona. Semuanya akan kami kirim sesuai jadwal masing-masing, baik pelatihan di BLK, perusahaan, maupun di kecamatan,” ujarnya.
Menurut Najib, tingkat serapan kerja dari sejumlah program pelatihan yang telah dilaksanakan cukup tinggi. Bahkan, pelatihan tenaga keamanan (security) yang digelar beberapa waktu lalu mencatatkan serapan kerja hingga 100 persen.
“Sebagian besar peserta sudah bekerja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardianty Utami, mengatakan hingga pertengahan 2026 terdapat sekitar 17 ribu pencari kerja asal Kabupaten Serang.
“Karena ini baru pertengahan tahun, tingkat serapan kerja masih berada di kisaran 46 persen dari total pencari kerja sebanyak 17 ribu orang,” ujarnya.
Diana menjelaskan, mayoritas tenaga kerja terserap di kawasan industri Serang Timur karena didominasi perusahaan padat karya yang memiliki kebutuhan tenaga kerja lebih besar.
“Kalau di Serang Barat, tingkat turnover tidak terlalu tinggi sehingga kebutuhan rekrutmennya juga tidak sebanyak di Serang Timur,” katanya.
Untuk meningkatkan serapan tenaga kerja, Disnakertrans terus menggelar berbagai pelatihan berbasis kompetensi. Pada 2026, pelatihan yang dibiayai APBD ditargetkan menjangkau 300 peserta.
“Yang sedang berjalan sekarang ada pelatihan security untuk 110 orang, welder 32 orang, kemudian 16 orang mengikuti pelatihan barista. Selain itu, ada pelatihan bersama PPI untuk 150 orang dan bersama BPVP hampir 627 orang,” jelasnya.
Selain pelatihan, Disnakertrans juga akan menggelar Naker Fest menjelang Hari Jadi Kabupaten Serang. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sedikitnya 40 perusahaan yang membuka lowongan kerja.
“Kami sedang menginventarisasi jumlah lowongan yang akan dibuka. Targetnya minimal ada 40 perusahaan yang ikut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang, Devid Hermawan, mengatakan target penurunan TPT dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berada pada kisaran 0,2 hingga 0,5 persen.*
Editor : Krisna Widi Aria









