SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan Program Pengelolan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini akan dibangun di Kota Serang.
Program PSEL akan membutuhkan sampah dari tiga daerah, yakni Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang untuk pemenuhan kebutuhan sampah yang mencapai 2.000 ton per hari.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan bahwa Pemkab Serang akan mendukung pelaksanaan Program PSEL yang akan dibangun di Kota Serang. Pasalnya, program itu akan menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Serang.
“Karena ini program dari Kementerian LH, maka Pemkab Serang memiliki komitmen untuk menyukseskan program tersebut karena bisa menyelesaikan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang,” katanya, Minggu, 29 Desember 2026.
Najib mengatakan, Kabupaten Serang akan mengirimkan ratusan ton sampah ke TPSA Cilowong, Kota Serang, guna memastikan Program PSEL bisa berjalan dengan lancar.
“Kalau 2.000 ton per hari, maka Kabupaten Serang bisa sekitar 400 sampai 500 ton atau mungkin lebih. Nanti secara teknis akan diasistensi oleh Pemprov Banten sehingga kebutuhan sampah tersebut bisa terpenuhi,” ujarnya.
Apabila melihat kondisi saat ini, Kabupaten Serang akan mengirimkan sampah lebih banyak dibandingkan dengan dua daerah lain, karena jumlah penduduk dan potensi sampah yang dihasilkan lebih banyak dari dua daerah lain.
“Pemkab tentunya berkewajiban untuk memfasilitasi kelancaran pengiriman sampah tersebut. Salah satunya ketersediaan armada dan pengelolaan sampah di masing-masing zona. Karena kalau 29 kecamatan, nanti harus ada titik pengumpulan sampah di masing-masing zona sebelum akhirnya diangkut ke PSEL,” ujarnya.
Najib Hamas berharap agar proses pembangunan PSEL bisa segera dilaksanakan, sehingga bisa segera beroperasi dan menyuplai energi sekaligus menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Serang.
Editor: Agus Priwandono











