SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana kekeringan di Kabupaten Serang semakin meluas akibat minimnya curah hujan yang terjadi.
Dari data yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, kurang lebih ada sebanyak 35 desa di sembilan kecamatan yang mulai mengalami kekeringan.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya melalui BPBD Kabupaten Serang telah melakukan asesmen langsung ke lapangan untuk memastikan dampak kekeringan yang terjadi di Kabupaten Serang.
Dari data tersebut, pihaknya akhirnya dapat melakukan peningkatan status tanggap darurat untuk kekeringan guna dapat memaksimalkan penanganan.
“Setelah melakukan asesmen ke lapangan dan berdasarkan data tersebut kita bisa menetapkan tanggap darurat,” katanya, Senin 11 September 2023.
Sebetulnya pihaknya belum mau melakukan penetapan tanggap darurat dalam penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Serang. Namun karena dampak yang semakin meluas dan terbatasnya anggaran dalam pengelolaan, pihaknya akhirnya melakukan penetapan status.
“Tadinya kita tidak langsung mau ke tanggap darurat tetapi terkendala juga untuk pergeseran anggarannya. Kalau sudah menerapkan tanggap darurat langsung kita dari dana TT (tak terduga) bisa turunkan,” jelasnya.
Pihaknya pun telah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Serang dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah (BPKAD) Kabupaten Serang untuk memaksimalkan penanganan.
“Tadi saya sudah rapat dengan Kabag Hukum dan BPBD, kemudian BPKAD, untuk persoalan anggarannya. Mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi,” jelasnya.
Untuk anggaran penanganan bencana kekeringan, pihaknya belum mengetahui pasti nominal besaran yang akan dianggarkan. Saat ini pihaknya masih menunggu dari BPBD Kabupaten Serang.
“Saat ini sedang dihitung dari DPKAD menunggu dari BPBD butuhnya berapa. Karena saat ini BPBD juga sudah menerima laporan dari beberapa desa. Nanti ditanya ke BPBD total yang dibutuhkannya berapa. Nanti DPKAD mengikuti dari BPBD,” jelasnya.
Dalam penanganan kekeringan di Kabupaten Serang akan difokuskan pada distribusi untuk air bersih ke masyarakat dan penanganan kebakaran.
“Untuk pengiriman air bersih dan kebakaran, karena ini laporan dari kepala BPBD ada 40 titik kebakaran di Kabupaten Serang. Karena musim kemarau, melempar puntung rokok juga langsung kebakar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











