SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana membangun jaringan distribusi utama (JDU) guna penyaluran air bersih melalui sambungan rumah (SR).
Pembangunan JDU sebagai langkah Pemkot Serang untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan dampak fenomena El Nino di Kota Serang.
Berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, saat ini sudah empat Kecamatan yang mengalami kekeringan.
Dari empat Kecamatan tersebut, setidaknya sekitar 3.409 Kepala Keluarga (KK) dan 3.808 jiwa terdampak krisis air bersih yang tersebar di 12 wilayah atau lingkungan.
“Untuk rincian datanya, di Kecamatan Kasemen sebanyak 17 Desa atau lingkungan yang terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Kemudian, Taktakan dua wilayah, Walantaka satu, serta Kecamatan Serang satu titik,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan.
Diat mengaku, BPBD Kota Serang juga sudah mendistribusikan air bersih bagi warga di wilayah yang terdampak kekeringan mencapai 200 ribu liter.
Rata-rata pengiriman tiap wilayah mencapai 5.000 hingga 10.000 liter air bersih.
“Sesuai kebutuhan masyarakat, dan memang kami rutin setiap hari melakukan pengiriman air bersih,” katanya.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan, Pemkot Serang sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menangani krisis air bersih dan kekeringan tersebut.
Langkah yang akan diambil pada tahap awal, kata Yudi, Pemkot Serang akan membangun JDU untuk penyaluran air bersih melalui sambungan rumah.
Pembangunan JDU tersebut akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan oleh Pemerintah Pusat senilai Rp 15 miliar.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah rampung dikerjakan. Jadi kami mendapat bantuan dari DAK untuk membangun JDU yang nantinya akan mengaliri air bersih ke rumah-rumah warga. Itu salah satu upaya dari Pemkot,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











