SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi belanja APBD pemda se-Provinsi Banten hingga triwulan II 2023 mencapai Rp12,32 triliun atau mencapai 29,9 persen dari pagu anggaran. Sementara realisasi pendapatannya sebesar Rp13,46 triliun atau sebesar 34,9 persen.
Hal itu berdasarkan catatan Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten dalam Laporan Perekonomian Banten yang dikeluarkan pada Agustus 2023.
Belanja daerah itu merupakan signal positif dukungan belanja pemerintah yang mendorong perekonomian agar terus tumbuh.
Perekonomian Provinsi Banten sendiri tercatat tumbuh positif pada triwulan II 2023 yaitu sebesar 4,83 persen (yoy) atau sebesar 1,11 persen (qtq).
Sinyal perbaikan ekonomi terindikasi dari berbagai sektor utama penopang perekonomian Banten. Dari sisi permintaan, peningkatan konsumsi rumah tangga menjadi key driven berlanjutnya pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2023. Sementara dari sisi penawaran, industri pengolahan berlanjut mencatatkan pertumbuhan, sehingga mendorong perekonomian.
Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan II 2023 masih berada di bawah perekonomian nasional maupun Jawa, yang masing-masing tumbuh sebesar 5,17 persen (yoy) dan 5,18 persen (yoy).
Pada kesempatan itu, BI juga merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Banten pada triwulan II 2023 tercatat sebesar 3,15 persen (yoy), atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,17 persen (yoy).
Namun demikian, inflasi ini lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional yakni sebesar 3,52 persen (yoy) dan regional Jawa sebesar 3,60 persen (yoy).
Secara spasial, inflasi Provinsi Banten pada triwulan II 2023 terjadi pada seluruh kota sampel IHK di Provinsi Banten. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 3,72 persen (yoy) diikuti oleh Kota Cilegon sebesar 3,54 persen (yoy), dan Kota Tangerang sebesar 2,98 persen (yoy).
Intermediasi perbankan di Provinsi Banten tetap baik dan mendukung pemulihan ekonomi dengan stabilitas keuangan yang terjaga. Walaupun pertumbuhan beberapa indikator perbankan tidak setinggi pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.
Penyaluran kredit pada triwulan II 2023 tercatat Rp443,72 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 10,21 persen (yoy), DPK yang dihimpun oleh perbankan di Provinsi Banten sampai dengan Triwulan II 2023 sebesar Rp252,15 triliun atau tumbuh sebesar 0,24 persen (yoy). Sedangkan aset perbankan di Provinsi Banten pada Triwulan II 2023 tercatat sebesar Rp 288,91 triliun atau tumbuh sebesar 1,82 persen (yoy).
Membaiknya perekonomian Provinsi Banten pada triwulan II 2023 meningkatkan preferensi masyarakat dalam bertransaksi secara nontunai. Transaksi melalui BI-RTGS mencatatkan nilai Rp214,2 triliun, atau sebanyak 67.178 transaksi. Nominal transaksi pada Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tercatat sebesar Rp7,99 triliun atau sebanyak 166.981 transaksi.
Dari sisi tunai, total perputaran uang melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten tercatat mengalami net outflow sebesar Rp2,89 triliun. Net outflow meningkat dibandingkan dengan posisi triwulan I 2023 yang tercatat sebesar Rp1,92 triliun. Kondisi net outflow tersebut merupakan implikasi dari lebih rendahnya total nominal inflow yaitu senilai Rp1,81 triliun, dibandingkan outflow yang tercatat sebesar Rp4,69 triliun.
Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian Banten, kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten mengalami perbaikan, sebagaimana ditandai dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi sebesar 7,97 persen.
Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah angkatan kerja disertai dengan menurunnya jumlah pengangguran dibandingkan posisi sebelumnya.
Demikian pula dengan tingkat kemiskinan yang kembali melanjutkan tren penurunan menjadi 6,17 persen. Namun penurunan angka kemiskinan masih belum dapat mengurangi tingkat ketimpangan di Banten yang meningkat tipis sebesar 0,368.
Melihat dinamika perekonomian sampai sejauh ini, pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sejalan dengan membaiknya Konsumsi Rumah Tangga. Dari sisi penawaran, pemulihan kinerja industri dan sektor perdagangan tumbuh didorong dengan peningkatan permintaan domestik meskipun permintaan ekspor negara mitra dagang masih tertahan.
Dengan melihat hal-hal itu, maka pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2023 diprakirakan akan berada pada kisaran 4,6 persen – 5,0 persen. Dilihat dari pergerakan inflasi, inflasi diperkirakan mereda dibandingkan dengan tahun 2022 dan diperkirakan akan kembali berada di target pemerintah yaitu di kisaran 3,0±1 persen (yoy). Hal ini sejalan dengan berakhirnya tekanan pada kelompok Volatile Food, yang memberikan andil terbesar pada inflasi tahun sebelumnya.
Reporter : Rostinah
Editor : Aas Arbi











