SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dari 1.238 desa di Banten, masih ada dua desa tertinggal. Hal itu berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten.
Plt Kepala DPMD Provinsi Banten Usman Asshidiqi Qohara mengungkapkan, kedua desa itu yakni Desa Curug di Kabupaten Pandeglang dan Desa Kanekes di Kabupaten Lebak. Ia pun mengungkapkan penyebab kedua desa itu masih tertinggal. “Tata kelola desanya (Desa Curug-red) masih harus didampingi terus. Lebih intensif lagi,” ujar Usman, Rabu, 13 September 2023.
Sementara itu, lanjutnya, Desa Kanekes dimaklumi karena tidak menerima bantuan. Suatu desa dinyatakan tertinggal karena ada indeks desa membangun. “Ada ukurannya memang. Dari sisi infrastruktur, dan lain-lain,” terang Usman.
Ia juga menyampaikan, status perkembangan desa berdasarkan Indeks Desa membangun tahun 2023, Provinsi Banten mengalami peningkatan pada kategori Desa Mandiri.
“Dari desa tertinggal itu kategorinya ada pada IDM (Indeks Desa Membangun-red) di angka 0,4907 sampai 0,5989. Dari 1.238 desa se-Provinsi Banten, kita menambah angka Desa Mandiri di tahun 2023 ini sebanyak 52 Desa Mandiri. Sebelumnya, pada tahun 2022 hanya 10 desa,” ujar Usman.
Ia menyatakan, bentuk perhatian Pemprov Banten dalam pembangunan desa diberikan melalui bantuan keuangan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa dengan nominal sebesar Rp60 juta per desa. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk sarana dan prasarana infrastruktur desa. Salah satunya penanganan masalah kesehatan dengan prioritas stunting.
Reporter: Rostinah
Editor: Aditya











