PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Perusahaan Daerah Pandeglang Berkah Maju (PD PBM) telah menyuplai 37 ton Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Labuan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Bahan bakar hasil fermentasi sampah iyu merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang.
Adapun bahan bakar alternatif batu bara itu diperoleh dari hasil olahan sampah TPA Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang.”Pengiriman BBJP merupakan yang kedua kalinya. Pertama itu pada tanggal 17 Agustus sebanyak 15 ton dan sebanyak 12 ton di akhir bulan lalu,” kata Direktur PD PBM Zaenal Huri kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 14 September 2023.
Suplai bahan bakar alternatif itu sebagai bentuk komitmen Pemkab Pandeglang bersama PLTU Banten 2 Labuan dalam mengurangi volume sampah di Kabupaten Pandeglang.
“Sebanyak 37 ton BBJP yang telah disuplai ke PLTU, merupakan tindak lanjut dari kerjasamanya dengan PT Indonesia Power. Untuk menyuplai 40 ton BBJP sebagai bahan uji bakar pengganti batu bara,” katanya.
“Pengujian BBJP penting untuk mengetahui seberapa besar efeknya terhadap sistem pembakaran boiler PLTU Banten 2 Labuan. Ketika sudah pas ada kesesuaian maka tinggal dilanjutkan pada kontrak komersial antara PD PBM dengan PLTU,” katanya.
Zaenal mengatakan, bahan bakar tersebut secara kualitas sudah memenuhi SNI.”Kami sangat optimis PD PBM bisa menjadi penyuplai utama BBJP ke PLTU. Adapun hasil produksi BBJP saat ini sebanyak 2 ton per hari,” katanya.
Kata Zaenal, setiap 2 ton bahan bakar itu dihasilkan dari mengolah 10 sampai 12 ton sampah. Untuk menghasilkan 40 ton bahan bakar, dibutuhkan 200 sampai 240 ton sampah.
“Dan hal itu bisa kita penuhi karena setiap harinya volume sampah masuk ke TPA Bangkonol bisa sampai 92 ton,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











