PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Muhamad Ainul Fajri, yang biasa dipanggil Inu, adalah seorang atlet sepeda BMX freestyle profesional yang berasal dari Kabupaten Pandeglang. Ia telah mengukir berbagai prestasi yang mengesankan dalam karirnya, Sabtu 23 September 2023.
Baru-baru ini, Inu, yang berasal dari Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, berhasil meraih peringkat 10 besar dalam kompetisi BMX internasional kelas open di Twenty Inch Cup di Malaysia. Selain itu, dia juga memperoleh medali perak dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX Freestyle Championship yang berlangsung dari 1 hingga 3 September 2023 di Bandung, Jawa Barat.
Inu, yang lahir pada 13 Mei 1994, bercerita bahwa ia mulai menggemari bersepeda sejak usia 10 tahun dan memfokuskan diri pada sepeda BMX. Ketika duduk di kelas 2 SMP pada tahun 2007, masuk dalam kategori expert.
Pada tahun 2010, ia tertarik dengan BMX Freestyle dan mulai berpartisipasi dalam even perlombaan regional di Banten. Pada tahun 2011, Inu berhasil meraih peringkat empat dalam kategori expert class internasional di SeaWorld Indonesia.
Inu terus meraih prestasi, dengan mencatatkan diri sebagai juara pertama dalam kategori open class nasional pada tahun 2012 di Balaikartini Jakarta dan juara pertama dalam kategori expert class Asia pada tahun 2013 di Senayan Jakarta. Tahun 2014, ia meraih peringkat dua nasional di Kemenpora dan pada 2016, berhasil masuk dalam 10 besar kompetisi internasional di Flatdev di Negara Malaysia.
Prestasinya terus berlanjut hingga 2019, ketika Inu meraih peringkat enam besar di Asia dalam X-Game Zone di Malaysia. Bahkan pada tahun 2020, ia meraih peringkat lima di Asia Tenggara dalam Virtual BMX Competition.
Inu tidak berhenti di situ. Pada tahun 2021, ia meraih peringkat 4 dalam kompetisi virtual BMX Flatland di Finlandia. Pada tahun 2022, ia menduduki peringkat 3 dalam FORNAS di Palembang, dan pada tahun 2023, ia berhasil masuk dalam 10 besar kelas open di Twenty Inch Cup di Malaysia.
Inu mengatakan, bahwa dukungan keluarga adalah hal yang sangat penting dalam perjalanan karirnya sebagai atlet BMX Freestyle. Dia merasa bangga dengan pencapaiannya dan menekankan bahwa BMX bukan sekedar hobi baginya, melainkan juga profesi yang menghidupinya.
Bahkan saat ini, ia sudah memiliki keluarga dengan seorang anak berusia tiga tahun, dan sepeda BMX masih menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Meskipun pernah dilarang oleh orangtuanya karena risiko tinggi dalam olahraga BMX, Inu sekarang merasa bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari keluarga tercintanya untuk mengejar impian dan karirnya dalam dunia BMX Freestyle.
Inu juga mengucapkan terima kasih kepada orangtuanya dan keluarga kecilnya yang selalu mendukungnya sepanjang perjalanan karirnya ini. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Inu terus berusaha mencintai hobi dan menjadikannya sesuatu yang berharga dalam hidupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











