SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Banten, ada angka kematian bayi (AKB) di Banten yakni 13,83 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara itu, angka kematian ibu di Banten yakni 127 per 100 ribu kelahiran hidup.
Pj Sekda Banten Virgojanti mengatakan, AKI dan AKB semakin turun. Bahkan, saat ini AKI di Banten berada di urutan keempat paling bawah secara nasional. “Bagus kan,” ujar Virgojanti usai membuka kegiatan Diseminasi Capaian dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir dan Dukungan Momentum untuk Integrasi Layanan Primer di Provinsi Banten yang dilaksanakan USAID Momentum di Hotel Aston Serang, Rabu, 27 September 2023.
Virgojanti mengatakan, AKI dan AKB di Banten masih berada di bawah angka nasional. Untuk AKI, angka nasional mencapai 189 per 100 ribu. Sedangkan AKB nasional 16 lebih per 1.000 kelahiran hidup.
Meskipun Banten berada di bawah angka nasional, tapi ia meminta seluruh stakeholder untuk terus berupaya menurunkan AKI AKB di Banten. “Akan terus diturunkan dan memperbaiki diri. Jangan sampai lengah. Terus kita turunkan terus,” tegasnya.
Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Provinsi Banten ini mengatakan, upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan dari sektor hulu dan hilir. Bahkan, pelayanan primer yang berada di puskesmas harus ditingkatkan.
Virgojanti berharap adanya program pendampingan dari USAID Momentum dengan enam wilayah lokus ini dapat terus menekan AKI AKB di Banten. Keenam lokusnya yakni Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang.
Selain pemerintah, ia juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan dalam upaya penekanan AKI AKB. Misalnya saja dengan terus mengaktifkan Posyandu. Apabila komitmen itu terus dijalankan, maka bukan tidak mungkin AKI AKB di Banten semakin turun.
Reporter : Rostinah
Editor : Merwanda











