PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Pandeglang, yang sering disebut sebagai Kota Sejuta Santri dan Seribu Ulama, mendapatkan julukan ini karena keberlimpahan pondok pesantren dan ulama terkemuka di wilayah Pandeglang.
Di Kabupaten Pandeglang, ribuan pondok pesantren tersebar luas, menjadi tempat di mana generasi muda dapat menimba ilmu pendidikan agama.
Saefullah, Kasi Pendidikan Diniah Pondok Pesantren (Pontren) pada Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang, menjelaskan bahwa keberadaan pondok pesantren sangat penting dalam memenuhi kebutuhan orangtua untuk masa depan anak-anak mereka.
“Pondok pesantren membantu meningkatkan pemahaman tentang ilmu agama yang lebih mendalam, dan juga menjadi media untuk mentransformasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ungkapnya, Jum’at 29 September 2023.
Lebih lanjut, Saefullah menyebut beberapa pondok pesantren yang paling diminati di Kabupaten Pandeglang, seperti Al-Mizan, Turus, Mathla’ul Anwar, dan Kun Karima.
Pondok pesantren ini diminati karena mereka menawarkan pendidikan formal yang melibatkan tingkat Aliyah (setingkat SMA) dan Sanawiyah (setingkat SMP), sehingga banyak santri yang dapat mengikuti pendidikan formal sekaligus.
Untuk meningkatkan manajemen dan profesionalisme pondok pesantren, pihaknya secara rutin melakukan kunjungan pembinaan ke semua pondok pesantren, baik yang baru maupun yang sudah lama berdiri.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pondok pesantren memenuhi syarat administrasi yang telah ditentukan.
“Kami sering berkunjung ke lembaga-lembaga ini, baik yang baru maupun yang sudah berdiri lama, karena kondisi pondok pesantren bisa berubah dari waktu ke waktu. Jika ada yang tidak memenuhi syarat administrasi yang telah ditetapkan, kami akan melakukan review atau pembinaan, bahkan dalam beberapa kasus, pencabutan izin,” tambahnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











