SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabar membanggakan datang dari sekolah di Banten yang berhasil mewakili Indonesia di tingkat ASEAN terkait sekolah Adiwiyata atau sekolah yang menerapkan prilaku ramah lingkungan. Sekolah itu yakni SMPN 2 Kota Cilegon yang berhasil mewakili Banten untuk tingkat ASEAN.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mengumumkan bahwa berdasarkan hasil seleksi verifikasi lapangan dan penilaian administrasi, ada 33 sekolah di Banten yang lolos ke tingkat nasional, 10 sekolah mandiri, serta satu sekolah tingkat ASEAN. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan, pihaknya melakukan penyuluhan, sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan yang berhasil mencetak atau meluluskan sekolah Adiwiyata. “Untuk tingkat provinsi sendiri ada 115 sekolah,” ujar Wawan, Jumat, 29 September 2023.
Tahun ini, lanjut Wawan, satu-satunya sekolah tingkat SMP yang mewakili Indonesia di tingkat ASEAN berhasil diraih dari Provinsi Banten yaitu SMPN 2 Cilegon. “Itu mungkin prestasi dari DLHK Provinsi Banten dalam pembinaan dan pendampingan sekolah Adiwiyata,” tuturnya.
Sekolah Adiwiyata sendiri sekolah yang dinilai berhasil dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan atau sekolah yang berbudaya lingkungan perilaku ramah lingkungan. Ada enam aspek yang menjadi indikator, yaitu menjaga kebersihan secara umum serta menjaga fungsi sanitasi dan drainase; sekolah yang berhasil dalam pengelolaan sampah; sekolah yang terbiasa dalam hal penanaman dan pemeliharaan pohon sekolah yang dianggap berhasil dalam pembibitan penanaman dan pemeliharaan pohon; sekolah yang berhasil dalam menghemat atau dalam hal konservasi air misalnya dengan membuat lubang biopori atau sumur resapan dengan pemanfaatan bekas air wudhu dan pemanfaatan air hujan; sekolah yang dinilai berhasil dalam menghemat energi atau konservasi energi indikatornya terjadi penurunan penggunaan listrik penghematan kertas dan tinta masyarakat sekolahnya sudah terbiasa dalam hal penghematan energi; serta adanya inovasi sekolah terkait perilaku ramah lingkungan.
Sejalan dengan program pemerintah, Wawan menerangkan, sekolah Adiwiyata ini adalah sekolah yang menerapkan pendidikan lingkungan yang diintegrasikan melalui mata pelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan. “Jadi enam aspek tadi diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan,” tuturnya.
Kata dia, unsur yang terlibat terdiri dari kepala sekolah, dewan guru, murid, penjaga sekolah, komite sekolah, dan orang tua wali murid. “Jadi yang terlibat adalah semua masyarakat sekolah,” ujar Wawan.
Reporter: Rostinah
Editor: Aditya











