LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Pembina Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren Seluruh Indonesia (MP3I) Banten, KH. Ahmad Rafiudin, berharap agar pemimpin Banten selanjutnya adalah orang yang paham tentang keadaan di Banten.
“Calon Gubernur itu ya harus putra daerah yang paham karakteristik Banten. Karena kan Banten ini masih kental dengan adanya kiai dan jawara. Tetapi keberagaman harus tetap ditegakkan di Banten ini, toleransi umat beragama,” katanya, Minggu, 1 Oktober 2023.
Diketahui, beberapa nama akan maju di Pilgub Banten 2024 mendatang. Di antaranya, Airin Rachmi Diany, Rano Karno, Iti Octavia Jayabaya, Wahidin Halim, Yandri Susanto, dan Gembong R. Sumedi.
Nama-nama tersebut santer dikabarkan akan bersaing dan duduk menjadi orang nomor satu di Banten pada 2024 mendatang.
Berbicara kebhinekaan dan keberagaman, KH. Rafiudin yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Fallah, Kabupaten Lebak, mengatakan, calon Gubernur Banten juga harus bisa menjaga toleransi.
“Oleh karena itu apakah calon Gubernur itu boleh di luar wilayah Banten, nah ini yang menjadi perdebatan. Selama undang-undang membolehkan ya sah-sah saja,” ungkapnya.
Dijelaskannya, jika Gubernur Banten dari luar daerah, tetap harus mengerti serta paham terhadap permasalahan di Banten.
“Di Banten, perusahaan banyak, pendapatan daerahnya juga luar biasa, tetapi pembangunan masih kurang merata,” jelasnya.
Pilgub Banten akan digelar pada 24 November 2024. Pada tanggal tersebut akan dipilih Gubernur Banten untuk periode 2024-2029.
Siapa pun Gubernur Banten yang terpilih, katanya, harus orang yang mau membangun dan mempunyai jiwa psikologi, ilmu social, dan antropologi sosial.
“Itu yang harus dipahami oleh calon Gubernur nanti, jangan sampai nanti duduk tetapi tidak bisa apa-apa untuk memimpin Banten,” pungkasnya. (*)
Reporter : Nurandi
Editor: Agus Priwandono












