SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kekeringan di Kabupaten Serang terus meluas. Dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Saat ini, ada 101 Desa di 22 Kecamatan di Kabupaten Serang yang mengalami kekeringan.
Sebelumnya, saat Pemkab Serang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan pada 11 September 2023, ada 58 Desa yang mengalami kekeringan akibat dampak El Nino.
Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Serang, Nanang Supriyatna mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Serang. Yakni, dengan melakukan peningkatan status tanggap darurat bencana kekeringan.
Langkah tersebut diambil guna memaksimalkan penanganan bencana kekeringan dengan mengalokasikan Dana Tak Terduga (DTT).
“Darurat kekeringan itu masih berjalan, poskonya di BPBD, manajemen disaster-nya juga masih berjalan yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan,” katanya, Minggu, 1 Oktober 2023.
Ia mengatakan, dalam penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Serang, pihaknya memfokuskan pada pendistribusian air bersih kepada seluruh masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Tentunya pendistribusian air bersih terus dilakukan dan juga pengeboran sumur-sumur harus dilakukan guna menjadi salah satu upaya untuk menangani kekeringan,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta semua Camat di Kabupaten Serang proaktif dalam melakukan update terhadap wilayah-wilayahnya yang mengalami kekeringan, guna mempercepat penanganan kekeringan di Kabupaten Serang.
“Camat-Camat harus terus memantau agar dapat melaporkan kebutuhan di wilayahnya agar dapat terdistribusi kebutuhannya dan juga terlibat langsung dalam pendistribusian air bersih,” tegasnya.
Dalam penanganan kekeringan di Kabupaten Serang, kata Nanang, tidak hanya ditangani oleh Pemkab Serang. Makanya, ia mengajak pihak swasta untuk ikut serta menangani bencana kekeringan.
Apabila selama 14 hari ke depan masih dalam status tanggap darurat bencana kekeringan, Pemkab Serang akan memperpanjang status tersebut agar penanganan kekeringan dapat terus berlangsung.
Dari ratusan Desa yang mengalami kekeringan, Kecamatan Tirtayasa paling parah. Yakni, 13 Desa.
Disusul Kecamatan Pontang dengan 11 Desa) dan Kecamatan Lebakwangi dengan 10 Desa.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengungkapkan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke seluruh wilayah di Kabupaten Serang yang terdampak akibat kekeringan.
“Kita sudah mendistribusikan sebanyak 624.500 liter air bersih kepada masyarakat di 60 Desa di 22 Kecamatan yang mengalami kekeringan,” jelasnya.
Hari ini, 1 Oktober 2023, BPBD Kabupaten Serang telah mendistribusikan air bersih ke dua Kecamatan.
“Kecamatan Tirtayasa, Desa Susukan, tepatnya di Ponpes Asshabul Maimanah, yakni sebanyak 5.000 liter dan di Desa Kibin, Kecamatan Kibin, sebanyak 5.000 liter,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramadhani
Editor: Agus Priwandono











