SERANG, RADARBANTEN.CO.ID –Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai, klakson telolet membahayakan pengemudinya. Lantaran, klakson telolet mengambil sumber daya dari tabung angin untuk mengerem.
Hal itu diungkap oleh Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan. Ia mengatakan, tidak ada yang klakson telotet tersendiri.
“Ketika klakson itu instalasinya bocor, bisa selangnya, bisa ikatannya, maka angin yang ada buat mengerem terkuras habis. Pengemudi tidak bisa mengerem lagi,” ujar Wildan, Sabtu, 30 September 2023.
Kata dia, semua kasus kecelakaan yang disebabkan rem blong karena klakson.
“Penyebabnya itu selangnya pecah, instalasinya lepas,” ungkapnya.
Untuk itu, Wildan mengimbau agar jangan menggunakan klakson telolet, kecuali menyediakan tabung sendiri dan kompresor sendiri.
“Kalau ambil dari yang untuk mengerem ya jangan,” tegasnya.
Kata dia, saat ada pengecekan, biasanya klakson telolet itu dilepas, tapi begitu selesai dicek, maka dipasang lagi oleh pengemudinya.
“Klakson telolet tidak ada yang memenuhi standar. Dikatakan standar kalau yang pasang ahlinya. Tapi biasanya tidak ada yang mau pasang,” ujarnya.
Ia mengatakan, motivasi pemasangan klakson telolet itu hanya satu, yakni agar suaranya kencang dan keras.
“Superior syndrome,” tegas Wildan. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











