SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 10 rumah tidak layak huni atau RTLH yang berada di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang dibangun melalui program Rumah Sosial Terpadu dari Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Kepala Desa Kadugenep Muhamad Aopidi mengatakan untuk tahun ini desanya mendapatkan bantuan bedah rumah sebanyak 10 unit rumah milik masyarakat yang tidak mampu.
“Pembangunan RST di Desa Kadugenep alhamdulillah mendapatkan 10 unit, di mana ini merupakan program langsung dari Kementerian Sosial,” katanya, Minggu 1 Oktober 2023.
Ia menurut kan jika sebelum memperoleh program tersebut, kondisi rumah warganya merupakan bangunan tidak permanen yang terbuat dari kayu dan bambu.
“Sebelumnya kondisi rumah ini sangat tidak layak huni, untuk itu penerima sangat bersyukur karena mendapatkan program tersebut, program sangat menyentuh, dari rumah yang gubuk, menjadi bangunan yang layak huni,” jelasnya.
Setiap rumah yang mendapatkan program bantuan tersebut, mendapatkan uang tunai untuk pembangunan sebesar Rp20 juta. Namun demikian, tidak ada bantuan untuk ongkos petukangnya seperti halnya program rumah tidak layak huni (rutilahu) .
“Nominal bantuannya sema dengan rutilahu yakni Rp20 juta yang dibedakan di sini tidak ada untuk upah tukang, tetapi kelebihan lain bagi menerima program ini yang kebetulan memiliki usaha itu dibantu dengan program pena yakni bantuan permodalan berupa barang,” terangnya.
Meski ada cukup banyak yang mendapatkan program tersebut, lanjut Aop, di desanya masih ada sebanyak 24 rumah yang kondisinya tidak layak huni dan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia pun berharap agar pada tahun depan, masyarakat di desanya dapat kembali mendapatkan bantuan bedah rumah.
“Mudah-mudahan sisa yang 24 ini mudah-mudahan mendapatkan bantuan karena mereka sangat layak untuk dibantu, saya harap tahun depan dari 24 ini mendapatkan bantuan baik RST, rutilahu atau BSPS,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu penerimaan manfaat Ma’ah mengaku sangat bahagia mendapatkan bantuan bedah rumah. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada seluruhan pihak yang telah membantu lantaran rumahnya sebelumnya kondisinya rusak.
“Sangat bersyukur karena sudah mendapatkan bantuan RST karena dapat membantu warga termasuk saya, terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu karena sebelumnya kondisi rumah bilik bambu atau rumah tidak permanen,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramadhani
Editor : Aas Arbi











