SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rencana pengelolaan sampah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terancam gagal.
Pasalnya, ada banyak permintaan yang menjadi prasyarat kerja sama antara kedua belah pihak. Permintaan itu sulit dipenuhi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Prauri menilai, permintaan Pemkot Serang untuk kerja sama dalam pengelolaan sampah sangat berlebihan. Salah satunya ialah kompensasi dampak negatif untuk warga sekitar tempat pembuangan sampah.
“APBD Kabupaten Serang kan untuk warga Kabupaten Serang, masa kita harus memenuhi kebutuhan warga Kota Serang apalagi memberikan KDN (Kompensasi Dampak Negatif),” katanya, Kamis, 5 Oktober 2023.
Permintaan Pemkot Swrang lainnya, sebut Prauri, adalah permintaqn buldozer dan ambulans. Permintaan ini disebut membuat Pemkab Serang semakin sulit merealisasikannya.
Permintaan-permintaan tersebut mencuat saat DLH Kabupaten Serang akan melalukan penandatanganan MoU dengan pihak Pemkot Serang.
“Katanya mereka minta buldozer dan ambulans, daripada harus memberikan keduanya itu ke Pemkot Serang, lebih baik kita beli sendiri aja untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Serang. Kalau masih minta seperti itu, kita menyerah,” imbuhnya.
Namun, pihaknya sudah tidak mempermasalahkan mengenai perkara retribusi yang mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp 135 ribu per meterkubik menjadi Rp 175 ribu per meterkubik.
“Kita tidak bisa bantah, kalau memang itu sudah ketentuannya, karena itu kan Perda Kota Serang. Kalau kita ambil kebijakan apa pun, akan susah, jadi kita tidak mempermasalahkannya,” ucapnya.
Namun, apabila Pemkot Serang tetap memaksakan semua hal harus terpenuhi untuk berlangsungnya kerja sama, pihaknya tidak sanggup untuk memenuhinya.
Ia mengaku tidak khawatir apabila kerja sama dengan Kota Serang tidak terealisasi. Pasalnya, Pemkab Serang tengah menjajaki kerja sama pembuangan sampah dengan Kabupaten Lebak.
“Dengan Kabupaten Lebak, sudah ada MoU tinggal melakukan PKS saja seperti yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel,” pungkasnya. (*)
Reporter : Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











