TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel masih berjibaku dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Menurut laporan, data kemiskinan ekstrem di Tangsel naik dari 0,32 persen menjadi 0,44 persen pada tahun ini. Artinya, saat ini ada sekitar 7.000 masyarakat Tangsel masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Menyikapi kenaikan data kemiskinan ekstrem di Tangsel, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya tengah menggelar rapat evaluasi melakukan verifikasi data yang dilaksanakan di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Kamis, 12 Oktober 2023.
Benyamin mengungkapkan, sejak awal Pemkot Tangsel telah banyak melakukan intervensi melalui berbagai program fisik dan nonfisik kepada masyarakat kategori miskin dan miskin ekstrem.
“Kita sebetulnya sudah meluncurkan banyak program baik fisik maupun non fisik. Nah, sekarang persoalannya berkutat pada data, enggak mungkin datanya seperti itu terus,” ujar Benyamin.
Benyamin mengatakan, setelah upaya intervensi dilakukan, seharusnya saat ini sudah ada peningkatan konsumsi dari masyarakat kategori miskin ekstrem, dimana diketahui konsumsi masyarakat miskin esktrem adalah Rp 300 ribu per bulan.
“Harusnya (setelah dilakukan intervensi program) konsumsi mereka (masyarakat kategori miskin) naik dan lebih baik lagi. Ini makanya perlunya pendataan dan verifikasi supaya tujuan intervensi ini juga tercapai. Jangan sampai yang dikasih bansos mereka lagi, mereka lagi,” jelas Benyamin.
Menurut Benyamin, pihaknya akan memverifikasi data mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, dan Kota yang nantinya dikoordinasikan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).
Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Tangsel, Eki Herdiana mengungkapkan, masyarakat miskin di Tangsel dikategorikan dengan konsumsi per bulan Rp 700 ribu dan biaya konsumsi masyarakat miskin ekstrem Rp 500 ribu per bulan.
Kendati demikian, untuk kategori miskin, terjadi penurunan data dari 2,57 persen menjadi 2,50 persen.
Eki mengatakan, saat ini terdapat 40 ribuan orang di Tangsel masuk kategori miskin dan 7.000 an orang masuk kategori miskin ekstrem.
Eki mengatakan, data ini diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI.
Menurutnya, data inilah yang akan dilakukan verifikasi agar mendapat data yang real dan faktual.
“Makanya mau kita sandingkan, mau kita siapkan formatnya tinggal disosialisasikan, sebetulnya verifikasi ini juga sudah kita lakukan,” ungkapnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











