SERANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten menggelar dialog kerukunan antar umat beragama di Hotel Le Dian, Kota Serang pada Selasa-Kamis, 10-12 Oktober 2023.
Acara bertema Pemilu 2024 yang Aman dan Damai diikuti 100 orang peserta, terdiri atas pimpinan mejelis-majelis agama dan ormas keagamaan di Banten, serta para kepala Kantor Kemenag di Banten.
Acara dibuka oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar pada Selasa petang, 10 Oktober 2023 dan ditutup oleh Kepala Kanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman pada Kamis siang, 12 Oktober 2023.
Sebelum acara ditutup, Prof Dr KH Zakaria Syafei membacakan risalah dan rekomendasi dialog kerukunan umat beragama dalam menghadapi Pemilu 2024. Sebanyak 13 poin risalah dan rekomendasi ini dirumuskan oleh Prof Dr KH E Sybli Syarjaya, Prof Dr KH Zakaria Syafei, Drs Taufiqurrahman M.Si, dan Dr Ukun Kurnia.
Berikut 13 poin dialog kerukunan antar umat beragama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten yang diketuai oleh Dr KH AM Romly:
- Kerukunan hidup beragaman merupakan suatu komunikasi yang harmonis dalam dinamika interaksi antar umat beragama, baik interaksi sosial maupun antar kelompok keagamaan. Kerukunan tersebut tercermin dalam pergaulan hidup keseharian umat beragama yang berdampingan secara damai, toleran, saling menghargai kebebasan keyakinan dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianut, serta adanya kesediaan dan kemauan melakukan kerja sama sosial dalam membangun masyarakat dan bangsa.
- Kerukunan antar umat beragama merupakan salah satu pilar penting bagi suksesnya pembangunan secara menyeluruh, maka segala hal yang dapat menjadi potensi dan dapat memicu gesekan, perpecahan, bahkan konflik yang didasarkan pada agama dan sara harus segera diselesaikan sedini mungkin. Peran FKUB, sangat penting dalam menumbuhkan toleransi dan saling menghormati antar umat beragama.
- Mewujudkan kerukunan, ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan saja, tetapi semua komponen masyarakat termasuk FKUB juga ikut bertanggung jawab berpartisipasi memelihara ketertiban di masyarakat dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan.
- Tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan terhadap pemeluk agama yang lain. Dengan mengedepankan toleransi, maka seluruh unsur-unsur kebaikan dalam setiap ajaran agama dapat diaplikasikan tanpa adanya konflik atau perselisihan antar umat beragama, sehingga pembangunan di Provinsi Banten dapat berjalan dengan lancar, kondusif, aman dan tentram.
- FKUB sebagai mitra strategis pemerintah di dalam memelihara kerukunan antar umat beragama, harus terus dikuatkan serta memberikan bimbingan dan pencerahan kepada umatnya dalam mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh paham-paham yang tidak jelas kebenarannya, bahkan bertentangan dengan ajaran agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- Dialog kerukunan umat beragama di Banten perlu terus dilakukan dan hasilnya dibuktikan dalam aksi nyata untuk membangun kesepahaman, kerukunan dan keharmonisan umat beragama di Propinsi Banten. Dan hasil dialog ini tidak berhenti pada para elite atau tokoh agama tetapi juga harus terdistribusi pada masyarakat di arus bawah.
- Mengingat saat ini telah berada di tahun politik sehingga eskalasi politik menjadi meningkat, keadaan ini akan berpengaruh pada pergaulan yang kurang harmonis antar warga masyarakat. Oleh karena itu FKUB dan para tokoh lintas agama harus dapat menjaga jangan sampai terjadi konflik apalagi disertai kekerasan. Konflik, harus dikelola menjadi energi positif yang menghasilkan persaingan sehat untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan bermartabat.
- Dalam menghadapi pemilu tahun 2024 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten harus mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi, sosialisasi dan literasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan pemilu yang bebas dalam menentukan pilihan, jujur dan adil.
- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Banten mengajak dan mengimbau semua stakeholder khususnya para pemuka lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan mahasiswa untuk menciptakan suasana kondusif, sejuk, damai dan aman, dalam menghadapi Pemilu 2024 di Provinsi Banten.
- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang merupakan representasi dari tokoh lintas agama mempunyai peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memberikan pendidikan politik agar masyarakat menyalurkan hak politiknya dalam pemilu 2024.
- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Banten mengajak semua elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat toleransi, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta mengajak masyarakat Banten menjadi pemeluk agama yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik, menggunakan hak politik dengan baik dan tidak terjebak pada kepentingan para elit politik;
- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh lintas agama di Provinsi Banten memandang pemilu tidak hanya berhenti pada memilih pemimpin dan wakil-wakil rakyat, tetapi hendaknya pemilu dijadikan sebagai sarana untuk membangun peradaban bangsa yang demokratis, maju, berdaulat, adil, sejahtera dan beradab.
- Mengimbau dan meminta kepada Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) baik Provinsi maupun Kabupten/Kota se Provinsi Banten untuk terus memberikan nasihat, pandangan, saran dan pendapat dalam upaya mengoptimalkan dan meningkatkan peran dan fungsi FKUB dengan mengadakan pertemuan rutin (koordinasi) secara berkala dan terjadwal.
Ketua FKUB Provinsi Banten Dr KH. A.M Romly berharap Pemilu 2024 dapat berjalan secara aman dan damai serta seluruh komponen masyarakat menyepakati tidak adanya konflik terbuka.
“Pada dasarnya kita ingin pemilu ini aman dan damai, dan diharapkan baik pendukung calon presiden, kepala daerah maupun legislatif tidak saling menjelekkan pribadi agar tidak putus tali persaudaraan,” ungkapnya.
“Memuji-muji programnya silahkan, memberikan kritik program strategi dalam melayani masyarakat juga silahkan. Tapi mendegradasi pribadi itu harus dihindari agar tidak putus tali persaudaraan,” lanjutnya.
Editor : Aas Arbi











