SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selain beras, ada dua komoditas lainnya yang menjadi perhatian pemerintah karena mengalami kenaikan harga yakni gula pasir dan cabai rawit merah.
Pj Sekda Banten Virgojanti mengatakan, dalam pengendalian inflasi terdapat tiga komoditas yang menjadi perhatian, baik di nasional maupun di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi Provinsi Banten secara Year on Year (y-o-y) pada bulan September 2023 sebesar 2,04 persen atau berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai sebesar 2,28 persen.
“Secara umum kondisi inflasi kita cukup terkendali. Terdapat beberapa komoditi yang menjadi perhatian secara nasional, yaitu beras, gula pasir, dan cabai rawit merah,” ujar Virgojanti usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Senin, 16 Oktober 2023.
Ia juga mengungkapkan, ada sejumlah daerah yang mengalami fluktuasi harga pada ketiga komoditas tersebut. Provinsi Banten juga mengalami kenaikan harga pada komoditas beras.
“Tentu upaya yang kita lakukan untuk hal tersebut di antaranya, operasi pasar dan gerakan pangan murah. Seperti kemarin kita berkolaborasi dalam rangka memperingati HUT Ke-23 Provinsi Banten dan HUT Ke-391 Kabupaten Tangerang mengadakan gerakan pangan murah,” paparnya.
Tidak hanya itu, kata Virgojanti, Pemprov Banten juga akan menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Beras yang disalurkan berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) Provinsi Banten yang beberapa waktu lalu dibelikan beras. Hal itu juga dilakukan dalam upaya mengatasi rawan pangan dan kekeringan.
Selain itu, Virgojanti juga mengatakan, pemerintah pusat menggelontorkan beras SPHP. “Kita juga minta Bulog untuk aktif melakukan monitoring ke pasar-pasar yang menjadi target survei indeks harga di Provinsi Banten,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Provinsi Banten ini.
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi











