LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kampung Sinday tenggelam setelah Bendungan Karian mulai beroperasi pada tahun ini. Saat ini, hanya belasan rumah yang masih terlihat di perkampungan di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak tersebut.
Warga Kampung Sinday, Usu Sunardi, mengatakan bahwa kampungnya mulai tenggelam sejak satu minggu lalu, ketika bendungan terbesar ketiga di Indonesia itu mulai diisi air dari Sungai Ciberang.
“Ada empat kampung yang sudah tenggelam, yang pertama ada Kampung Cikapas yang mau ke bendungan. Yang kedua, Kampung Sinday, Kampung Kadu Luhur dan Kampung Pasirerih,” katanya, Selasa 17 Oktober 2023.
Saat ini, kondisi air sudah mulai naik. Sawah, kebun, dan rumah warga sudah tenggelam.
Belasan rumah yang belum tenggelam, sudah dikosongkan.
Diungkapkan Usu, sebagian besar warga sudah mulai pindah sejak tahun 2020 dan warga sudah memiliki rumah karena mendapatkan ganti rugi dari pembangunan Bendungan Karian.
“Untuk masyarakat sebagian besar sudah pindah semua. Karena memang pada awal tahun 2020 itu ada tragedi banjir bandang. Kemungkinan masyarakat udah pindah semua,” ungkapnya.
Kampung Sinday akan menjadi kenangan bagi warganya. Mereka sudah puluhan tahun tinggal di Kampung Sinday.
Warga Kampung Sinday lainnya, Manong, berharap Bendungan Karian dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar yang berada di Desa Pajagan.
“Masyarakat juga aneh melihat air, karena yang pertama adanya bendungan. Mudah-mudahan Kesos kita bisa mengelola waduk ini, dijadikan tempat wisata,” pungkasnya.
Sebagian warga sekitar yang penasaran, melihat kondisi kampung sudah tenggelam.
Bendungan Karian akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Desember 2023. Saat ini, Bendungan Karian sedang dalam proses impounding atau pengisian air. (*)
Reporter : Nurandi
Editor: Agus Priwandono











