SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akibat kemarau panjang, pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang terganggu.
Berdasarkan data dari Perumda Tirta Al-Bantani, ada 14 ribu pelanggan Perumda Tirta Al-Bantani yang tidak mendapatkan haknya.
Direktur Perumda Tirta Al-Bantani, Eli Mulyadi mengatakan, kondisi kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Serang membuat setidaknya 14 ribu pelanggan terdampak sejak Agustus 2023.
“14 ribu paling banyak wilayah Timur yang terdampak seperti Pontang, Bandung, Cikande, itu paling banyak. Karena Cikande paling banyak pelanggannya,” katanya saat ditemui usai acara peresmian gedung pelayanan utama Perumda Tirta Al-Bantani, Selasa, 17 Oktober 2023.
Akibat hal tersebut, para pelanggan yang terdampak kemudian meminta agar pembayaran selama kondisi tersebut dapat diskon 50 persen, sehingga berpotensi mengganggu cash flow perusahaan.
“Kemarin kita sudah audiensi dengan teman-teman Dewan, dengan Forum Cikande, akhirnya kita ok 50 persen di November ini. Karena kan kasian juga, cuma pasti mengganggu cash flow kita, cuma mau gimana lagi kondisinya begini,” jelasnya.
Selain pemberian diskon untuk para pelanggan, pihaknya juga melakukan pendistribusian air bersih kepada pelanggan sebagai bentuk kompensasi dengan menggunakan tangki mobil.
Dari Agustus hingga sekarang, sudah 2,7 juta liter air yang didistribusikan atau sebanyak 544 tangki.
“Mudahan-mudahan di bulan Oktober ini hujan turun. Kalau masih seperti ini, perusahaan pengolahan air pasti terganggu karena irigasi Pamarayan Barat sudah kering,” jelasnya.
Padahal, lanjut Eli, pihaknya memiliki niat untuk meningkatkan pendapatan bulanan yang tadinya Rp 3,3 miliar per bulan, diproyeksikan menjadi Rp3,6 miliar. Namun, karena kondisi saat ini yang masih belum menentu, pihaknya akan melakukan penyesuaian.
“Cuma karena kondisi kekeringan layanannya terganggu akhirnya kondisi keuangan harus disesuaikan lagi,” jelasnya.
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan jika kekeringan yang terjadi di Kabupaten Serang memang berdampak pada pelayanan masyarakat, termasuk pelanggan Perumda Tirta Al-Bantani.
“Kondisi kekeringan saat ini memang sangat berdampak pada masyarakat, dari 13 WTP (Water Treatment Plant) itu empat on off, lalu tiga off total, ini karena air bakunya yang sudah tidak ada,” jelasnya.
Untuk itu, agar kebutuhan air baku untuk para pelanggan dapat terus terpenuhi, pihaknya merekomendasikan kepada Perumda Tirta Al-Bantani untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta.
“Ini Perumda sudah kerja sama dengan pihak swasta untuk air baku, mudah-mudahan terpenuhi. Memang sekarang air bakunya mengandalkan sungai, karena pengolahan air baku ini membutuhkan anggaran yang besar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











