SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Orang tua siswa SDN 4 Annyer yang berada di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang ingin agar batu yang menutupi gerbang masuk menuju sekolah segera diangkut.
Mereka khawatir batu tersebut dapat melukai anak dan mengganggu berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Pantauan di lokasi, pada Kamis siang, 19 Oktober 2023, terlihat tumpukan batu masih menggunung di depan pintu gerbang SDN 4 Anyer.
Terlihat hanya ada jalur kecil yang dibuka untuk keluar masuknya siswa dan juga kendaraan sepeda motor.
Terlihat pula aktivitas belajar-mengajar berjalan seperti biasanya, bahkan ada juga anak-anak yang sedang berlatih untuk upacara.
Ada juga kelompok ibu-ibu yang terpantau tengah berkumpul di halaman sekolah menunggu anak-anaknya pulang sekolah.
Salah satu orang tua siswa, Upi, mengatakan, jika peristiwa penyegelan yang dilakukan pada Selasa 17 Oktober lalu berlangsung sangat cepat. Saat ini anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diminta oleh orang suruhan ahli waris untuk keluar dari sekolah karena akan dilakukan penyegelan.
“Ia karena itu anak-anak histeris dan syok, kita minta waktu untuk beberes dulu pun enggak dikasih,” katanya saat ditemui di SDN 4 Anyer, Kamis 19 Oktober 2023.
Sebagai orang tua, ia mengaku sangat amat khawatir dengan keberadaan batu-batu yang ada di depan gerbang tersebut. Pasalnya lokasi batu tersebut tepat berada di atas jalan yang menanjak, sehingga dikhawatirkan jatuh dan menimpa anak-anak yang sedang bermain.
“Khawatir pasti ada, cuman kita juga sedang menempuh jalan untuk meminta payung hukum untuk anak-anak kita. Kita fokus agar anak-anak kita bisa belajar,” tegasnya.
Lebih lanjut ia berharap agar batu-batu yang menutupi pintu gerbang sekolah anak-anak mereka dapat segera diangkut agar tidak mengganggu proses KBM dan membahayakan anak-anak.
“Harusnya segera diangkut agar tidak mengganggu proses belajar mengajar anak-anak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Aas Arbi












