SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 591 siswa SMPN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang diberikan Kartu Identitas Anak (KIA). Pembagian KIA tersebut sebagai puncak kegiatan pelayanan jemput bola rekam dan cetak KIA yang bertempat di Aula SMPN 1 Kramatwatu.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Serang Dimas Panduasa mengatakan, di SMPN 1 Kramatwatu sendiri terdapat sebanyak 764 siswa yang melakukan pembuatan KIA.
”Namun yang lengkap diterbitkan KIA sebanyak 591 KIA, dan sisanya masih proses validasi,” katanya saat ditemui usai kegiatan pembagian KIA, Kamis, 26 Oktober 2023.
Dimas mengatakan, di Kabupaten Serang terdapat 504.111 anak yang usianya di bawah 17 tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 225.139 anak yang telah memiliki KIA.
“Target kita pada akhir tahun ini mencapai 50 persen atau sebanyak 252.056 anak memiliki KIA. Menurut laporan Kemendagri terhitung 15 Oktober 2023 di Kabupaten Serang sebanyak 225.139 anak sudah memilik KIA atau capaian sudah 45 persen,” katanya.
Guna mengejar target tersebut, pihaknya melakukan sinergitas untuk pelaksanaan program bersama stakeholder salah satunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan seluruh jajarannya yaitu sekolah di Kabupaten Serang.
”Upaya itu menghasilkan yang baik dengan meningkat capaiannya 40 persen di awal tahun, dan 45 persen pada bulen Oktober,” ucapnya.
Di Kabupaten Serang tercatat untuk Taman Kanak-kanak (TK) 173, Kelompok Bermain (KB) 744, TPA 1, Satuan PAUD Sejenis (SPS) 176, SD 738, dan SMP 204 sekolah.
Ia mengatakan, terdapat sejumlah manfaat bagi anak-anak yang memiliki KIA yakni sebagai perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Sehingga, KIA sangat penting dan bermanfaat untuk anak-anak sebagai bentuk pemenuhan hak anak, bukti identitas diri.
”KIA juga bisa digunakan untul transaksi keuangan di dunia perbankan dan PT Pos Indonesia, Mendaftar BPJS, Identifikasi jenazah dengan korban anak-anak, pelayanan kesehatan, persyaratan dokumen keimigrasian, mencegah terjadinya perdagangan anak, dan berbagai keperluan lainnya,” urainya.
Ia mengatakan, program jemput bola sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu untuk memudahkan masyarakat membuat administrasi kependudukan atau adminduk. Jemput bola yang dilakukan bukan hanya pelayanan pembuatan KIA melainkan perekaman dan pencetakan e-KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta kematian dan lainnya terkait adminduk.
”Kabupaten Serang ada 29 kecamatan 326 desa ini harus dipenuhi, kalau kita tidak ada tambahan kegiatan jemput bola sangat repot banyak masyarakat belum memahami pentingnya adminiduk, makanya pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan,” pungkaanya.
Sementara itu, Kabid SMP pada Disdukbud Kabupaten Serang, Eeng Kosasih menyambut baik dengan pelaksanaan program jemput bola pelayanan KIA yang dilaksanakan di SMPN 1 Kramatwatu. Menurutnya anak-anak di usia PAUD, SD, dan SMP sangat sulit apabila harus langsung datang ke kantor untuk membuat KIA.
”Hari ini puncaknya dari berkas dikumpulkan melalui kepala sekolah disampiakan kepada ke disdukbud dan hari ini seremonial pembagian KIA,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa KIA sangat penting karena dapat menjadi basis data peserta didik bisa digunakan untuk identittas pribadi, bisa digunakan misalkan datang ke rumah sakit dan lian sebagainya.
”Saya ingin peserta didik yang ada di Disdikbud Kabupaten Serang 100 persen memilik KIA, saya mengimbau Kepala PAUD, SD dan SMP untuk memfasilitasi disdukcapil,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











