SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten melalui UPTD Taman Budaya dan Museum menyelenggarakan Museum Banten Festival Budaya 2023 di Alun-alun Barat, Kota Serang. Ada banyak kegiatan yang dilaksanakan pada Museum Banten Festival Budaya 2023 ini, antara lain yakni Festival Malam Museum, Pagelaran Seni, Warisan Budaya Tak Benda Banten, beragam perlombaan, dan pameran UMKM Banten.
Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu wadah untuk melestarikan kebudayaan dan seni Banten. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa Banten memiliki Museum Banten yang kini berada di kawasan Islamic Center, Banten Lama, Kota Serang.
“Selain itu, melalui kegiatan ini, masyarakat juga dapat mengetahui seni dan budaya Banten,” ujar Tabrani, Jumat, 27 Oktober 2023. Pada kesempatan itu hadir juga Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan serta tamu undangan lainnya.
Tabrani mengatakan, Banten memiliki banyak aktivitas kebudayaan dan seni. Untuk itu, Dindikbud berupaya memberikan wadah untuk terus melestarikan urusan kebudayaan dan seni ini. “Salah satunya melalui kegiatan Museum Banten Festival ini,” tuturnya.
Ia berharap, Museum Banten Festival ini dapat memberikan dampak manfaat kepada masyarakat Banten. Selain itu, Dindikbud juga memiliki program ruang publik berkreasi yang dilaksanakan di setiap kabupaten/kota. “Memang belum sempurna, tapi kami berupaya,” tutur Tabrani.
Kegiatan Museum Banten Festival ini juga sengaja dilaksanakan di Alun-alun Barat Kota Serang agar mendekatkan diri dengan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengatakan, kegiatan Museum Banten Festival ini penting karena menghubungkan kearifan masa lalu dengan perkembangan saat ini. Sehingga, kehadiran museum, ruang publik berkreasi, dan atraksi seni budaya menjadi pengingat yang sangat bernilai.
“Merawat apa yang sudah dirawat masyarakat, menampilkan apa yang sudah dirintis oleh masyarakat adalah tugas pemerintah,” tegasnya. Secara organik, masyarakat memiliki keinginan untuk merawat seni dan budaya. Kemudian yang perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan fasilitas.
Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan, museum dan balai budaya sangat penting. Meskipun kini keberadaan museum ada di Banten Lama, tapi paling tidak memiliki satu hal yang ada di pusat kota yakni diorama. “Disana bentuk fisiknya. Disini digitalnya. Ketika kita masuk ke dalam ruangan, kita bisa menyaksikan Banten hari ini dan tempo dulu secara lengkap melalui digital. Itu namanya diorama karena zaman digitalisasi itu tak melulu secara fisik, tapi bisa dari digital,” terangnya.
Fitron juga menilai ruang publik berkreasi sangat penting. Pemprov Banten harus memfasilitasi ruang publik berkreasi di kabupaten/kota bahkan hingga ke kecamatan agar dilihat kebudayaan ini memiliki ruangnya. “Jadi kalaupun kita punya balai budaya yang besar di Serang, tidak cukup untuk mewakili hasrat, kehendak, kemajuan, dan pelestarian budaya yang ada di daerah. Jadi kita punya rencana yang harusnya diseriusi yakni ruang publik berkreasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Dindikbud Provinsi Banten Nasuhi mengatakan, kegiatan Museum Banten Festival ini dilaksanakan selama dua hari, yakni hari ini sampai besok. “Akan banyak penampilan seni budaya yang ada di Banten,” tuturnya. (ADV)
Editor : Merwanda











