PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Medan tanjakan Bangangah di perbatasan antara Kecamatan Mandalawangi dan Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, tidak lagi curam atau ekstrem. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten telah merekayasa tanjakan itu, sehingga menjadi landai.
Proses pelandaian dilakukan oleh Dinas PUPR Banten melalui kontraktor pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri.
Pada saat ini proses pengerjaan pelandaian dengan cara dilakukan pengerukan sedalam 7-8 meter masih dilakukan di titik pengerjaan, yaitu pas tanjakan Bangangah di Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, dan Kampung Lebak Situ, Desa Banjawarngi, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Warga Kecamatan Pulosari, Yas’a mengatakan, saat ini masih berlangsung pembangunan pada tanjakan Bangangah.
“Sedang ada pengerjaan pengerukan supaya tidak esktrem lagi. Ini pengerjaan yang ketiga kali,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 30 Oktober 2023.
Pengerjaan pertama itu, melaksanakan pengerjaan padat karya. Pada saati itu melebarkan badan jalan dari tiga meter menjadi enam meter.
“Kemudian yang kedua oleh perusahaan di Pandeglang itu dilakukan pengerukan. Nah kalau yang ini tahap ke tiga dikeruk lagi lebih dalam agar tanjakan menjadi lebih landai,” katanya.
Yas’a, menyambut baik kegiatan pelandaian tanjakan Bangangah. Sebab rawan terjadi kecelakaan.
“Selain banyak kendaraan tak kuat menanjak tetapi juga terjadi kecelakaan karena rem blong. Dulu juga rombongan anak sekolah naik Colt Diesel mengalami kecelakaan tunggal masuk jurang karena gagal melakukan pengereman sehingga menimbulkan korban jiwa tiga orang di lokasi dan di rumah sakit,” katanya.
Jadi, Yas’a mengucapkan, rasa syukur adanya proyek pengerukan tanjakan bangangah.
“Semoga saja kalau sudah dilandaikan tanjakan Bangangah tidak lagi menelan korban luka dan jiwa,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya Eman mengucapkan, syukur Alhamdulillah adanya pengerukan jalan.
“Karena di sini kan sebelum dikeruk banyak yang kecelakaan. Karena kan tanjakan terlalu curam, mudah – mudahan setelah adanya pengerukan ini, enggak terlalu membahayakan gitu,” katanya.
Pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri Sony mengatakan, pada saat ini pengerjaan pelandaian tanjakan Bangangah masih berlangsung.
“Pengerjaan pelandaian dengan mengeruk badan jalan tanjakan ini di luar dugaan ternyata terdapat batu ngampar yang keras. Hingga harus mendatangkan dua alat berat pemecah batu yakni Hydraulic Breaker,” katanya.
Dengan dua alat berat, batu pada tanjakan Bangangah dilaksanakan pengerjaan hampir satu bulan lamanya tidak juga hancur. Sehingga harus mendatangkan ahli pemecah batu.
“Syukur Alhamdulillah dibantu ahli pemecah batu, dikerjakan empat hari batu sebelumnya tidak pecah sekarang sudah pecah dan sudah bisa diangkat ke permukaan. Namun memang kerasnya batu ini diluar dari ekspestasi,” katanya.
Semestinya pengerjaan bisa diselesaikan sesuai dengan yang ditargetkan. Namun adanya kendala dalam upaya penghancuran batu pada badan jalan pas tanjakan menyebabkan waktu pengerjaan terjadi pelambatan.
“Tapi kami optimis proses pengerjaan selesai sesuai tanggal kontrak yakni di bulan Desember. Hanya saja memang untuk akses buka jalan dari awalnya di akhir bulan November besar kemungkinan mundur ke bulan Desember, tapi kami upayakan bisa sesuai ditargetkan karena pengerjaan terus dikebut,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











