SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan warga di Banten dari pondok pesantren, majelis taklim, hingga organisasi Islam akan melakukan aksi doa bersama dan mengalang donasi untuk rakyat Palestina.
Aksi tersebut sebagai bentuk respons atas perang antara Israel dan Palestina hingga menelan ribuan korban jiwa.
Koordinator Aksi, Ega Mahendra, mengatakan bahwa sebagian melakukan salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Ats-Tsauroh terlebih dahulu.
“Aksinya jam 13.00 dari Masjid Ats-Tsauroh. Massa aksi sebagian nanti salat Jumat di sana,” ujarnya saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 2 November 2023.
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan jalan kaki dari Masjid Agung Ats-Tsauroh menuju Alun-Alun Kota Serang.
“Rutenya dari Masjid Ats-Tsauroh nanti kita akan longmarch lewat Royal, nanti baru nyambung ke alun-alun,” katanya.
Ia mengaku, aksi tersebut akan diikuti setidaknya oleh tujuh ribu orang dari pondok pesantren di beberapa daerah di Banten.
“Estimasi massa yang kita list itu sudah ada tujuh ribu, itu dari setiap pondok pesantren. Ada dari Pandeglang, Lebak, Kota Serang, dan Cilegon. Tidak hanya dari pondok pesantren saja, tapi juga nanti ada dari majelis taklim,” ucapnya.
Ia menjelaskan, akan digelar doa bersama dan mengumpulkan donasi yang nantinya akan dikirimkan ke Palestina.
“Kita akan mengadakan doa bersama dan mengumpulkan donasi. Donasi itu nanti kami kumpulin ke Laz Harfa untuk dikirim ke Palestina,” katanya.
“Selain doa bersama, nanti juga ada ceramah dari tokoh atau kiai,” imbuhnya.
“Sebetulnya kita itu Palestina merdeka. Ini respons kita dari Indonesia agar Israel menghentikan perang, dan Palestina diberikan kemerdekaannya,” tuturnya.
Pihaknya juga berharap, perang tersebut dapat selesai secepatnya dan mendukung Palestina untuk merdeka.
“Kita juga berdoa perang ini cepat selesai, dan Palestina bisa mengambil haknya untuk kemerdekaan masyarakat Palestina,” katanya.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Palestina, hingga saat ini sudah 8.700 lebih rakyat Palestina yang tewas dalam pemboman serta penembakan oleh tentara Israel di Jalur Gaza. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











