LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Lebak menggelar doa bersama untuk mendoakan korban bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Doa bersama dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Pupu Mahpudin dan Tokoh Lintas Agama yang ada di Bumi Multatuli.
Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki menyatakan, doa bersama ini merupakan bentuk dukungan terhadap korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Harapannya, para korban dan keluarganya diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah di akhir November 2025 tersebut.
“Iya, kita turut berduka cita atas musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera. Bencana besar tersebut telah memakan korban jiwa dan luka,” kata AKBP Herfio Zaki, Senin 8 Desember 2025.
Untuk itu, Polres Lebak dan jajaran berempati terhadap para korban dan keluarganya. Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi banjir besar yang bisa merenggut nyawa manusia.
“Bencana ini harus menjadi evaluasi bersama. Kita pun di Lebak harus siap siaga, karena wilayah Lebak masuh dalam zona merah bencana alam,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Lebak KH Pupu Mahpudin mengaku, prihatin dengan musibah yang menimpa masyarakat di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Dia berharap, para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Kita tidak tahu musibah akan datang. Karena itu, kita harus tetap waspadai dan senantiasa memantau informasi yang disampaikan pemerintah melalui BMKG maupun BPBD. Sehingga, kita bisa meminimalisir jatuhnya korban,” tegasnya.
Pimpinan Ponpes Darussaadah Cimarga ini mengajak semua elemen masyarakat di Lebak untuk ikut mendoakan korban bencana di Sumatera. Dia yakin, doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia akan menjadi energi bagi para korban dalam menghadapi kehidupan pascabencana.
“Banyak warga yang kehilangan anggota keluarganya, kehilangan hartanya, kehilangan rumah, dan yang lainnya. Ini tentu ujian berat bagi para korban, karena itu doa yang kita kirim diharapkan dapat menguatkan para korban untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidupnya,” katanya.
Tidak hanya itu, KH Pupu juga mengajak masyarakat untuk mendoakan wilayah Lebak agar tidak tertimpa bencana dahsyat seperti di Sumatera. Lebak pernah diterjang banjir dan longsor di awal tahun 2020 lalu dan membuat ribuan rumah rusak berat. Peristiwa tersebut menyisakan kepedihan dan penderitaan bagi para korban.
“Untuk itu, kita enggak ingin kejadian serupa terulang lagi,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda












