SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten merupakan yang tertinggi se-Indonesia.
Pemprov Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten pun memberikan tanggapan.
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Septo Kalnadi mengatakan, pihaknya terus berusaha dengan Pemerintah Kabupaten/Kota berkolaborasi menurunkan TPT tersebut.
“Di tengah gelombang PHK sekarang ini, TPT yang menurun dari Februari 2023 menunjukan kolaborasi dengan kabupaten/kota menjadi hal penting untuk terus kita tingkatkan,” ujar Septo, Senin, 6 November 2023.
Kata dia, indikator kinerja utamanya untuk ketenagakerjaan memang di Disnakertrans, tetapi program-program dari OPD lain juga mendukung penurunan TPT. Misalnya program wirausaha baru.
“Pelatihan pengelolaan lingkungan di pertanian juga ada program untuk penurunan TPT. Di pariwisata adanya industri kreatif. Sehingga, secara bersama-sama kita upayakan program kegiatan yang berdampak pada penurunan TPT,” terangnya.
TPT Banten pada periode Agustus 2023 sebesar 7,52 persen.
Angka tersebut membuat Banten menjadi provinsi dengan TPT tertinggi se-Indonesia, yang disusul oleh Jawa Barat yang sebesar 7,44 persen, dan Kepulauan Riau 6,80 persen.
Sedangkan, rata-rata nasional yakni 5,32 persen.
Kepala BPS Provinsi Banten, Faizal Anwar mengatakan, ada 448 ribu warga Banten yang tercatat masih pengangguran. Meskipun, TPT Banten mengalami penurunan dibandingkan Februari 2023 yang sebesar 8,09 persen, tetapi Tanah Jawara ini menempati juara pertama provinsi dengan TPT tertinggi se-Indonesia. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











