SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sektor industri kimia dan farmasi sebagai sektor penyumbang investasi terbesar di Provinsi Banten.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten mencatat perolehan investasi pada bulan Januari hingga September 2023 telah mencapai Rp78 triliun
Dari Rp78 triliun itu 29,80 persennya disumbang oleh sektor kimia dan farmasi yang mencapi Rp23,43 triliun dengan 1.302 proyek. Disusul oleh sektor perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan perolehan investasi mencapai Rp.14,00 triliun (17,81 persen).
Lalu sektor listrik, air dan gas sebesar Rp.6,91 triliun (8,79 persen), jasa transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp.6,47 T (8,24 persen) dan jasa lainnya sebesar Rp.5,00 T (6,37 persen) dengan 3.320 proyek.
“Banten secara nasional memang betul mayoritas usaha-usaha besar industri hulu untuk industri kimia ini banyak dibaca, nah tentunya ke depan kita ingin ada hilirsasi. Jadi jangan hanya bahan baku saja, tapi dari setengah menjadi barang jadi, misalnya industri biji besi, plastik dan bahan tekstil,” ujar Kepala DPMPTSP Banten Virgojanti usai melakukan ekspose realisasi investasi Banten triwulan III di Hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa, 7 November 2023.
Berdasarkan daerah, realisasi investasi terbesar disumbang paling besar oleh Kota Cilegon yang mencapai Rp28,15 triliun, disusul oleh Kabupaten Tanggerang sebesar Rp22,84 triliun, Kota Tanggerang sebesar Rp12,35 triliun, Kabupaten Serang sebesar Rp7,34 triliun.
Kota Tanggerang Selatan sebesar Rp5,97 triliun, Kabupten Lebak sebesar Rp1,26 triliun, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp502 miliar, dan Kota Serang sebesar Rp209 miliar.
Virgo mengatakan, Pemprov Banten terus mendorong pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Namun, pihaknya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi industri haruslah memerhatikan wawasan lingkungan.
“Semua usaha harus berwawasan lingkungan, karena kan ada persyaratannya, apalagi industri yang memiliki risiko tinggi. Nah itu harus ada kajiannya mulai dari bagaimana mitigasi bencananya, bagaimana perlindungan dan bagaimana dampak pencemaran dan sebagainya. Jadi kita tetap tekankan bagaimana perusahaan yang berinvestasi di Banten itu tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Pihaknya tidak ingin, perkembangan industri khususnya di daerah konservasi malah merusak kelestarian lingkungan yang ada.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











