PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang, MM Fuhaira Amin, mendampingi Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam kegiatan mulang talk bersama mahasiswa di Gedung Graha Pancasila, Pandeglang.
Selain menghadiri acara tersebut, Fuhaira juga turut mendampingi Menteri Transmigrasi mengunjungi Agrowisata Imah Kopi di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
Fuhaira mengatakan, kehadiran Menteri Transmigrasi dalam kegiatan tersebut bertujuan memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Pandeglang.
“Kami mendampingi Pak Menteri Transmigrasi untuk memberikan inspirasi dan motivasi, khususnya kepada adik-adik mahasiswa BEM se-Pandeglang,” kata Fuhaira di Imah Kopi, Jumat, 3 April 2026.
Ia menjelaskan, kehadiran Menteri Transmigrasi merupakan undangan dari panitia dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-152 Pandeglang.
Menurutnya, salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya disiplin sebagai kunci keberhasilan.
“Mudah-mudahan apa yang disampaikan beliau dapat menanamkan bahwa kunci keberhasilan adalah disiplin,” ujarnya.
Fuhaira menambahkan, perubahan pola pikir (mindset) dan pembangunan ekosistem yang baik menjadi hal penting untuk mendorong kemajuan daerah. Ia menyoroti banyak putra daerah Pandeglang yang sukses di luar daerah karena didukung ekosistem yang lebih baik.
“Mereka itu berasal dari Pandeglang, tetapi berkembang di luar karena ekosistemnya mendukung. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk menciptakan ekosistem yang baik agar potensi daerah bisa berkembang di sini,” jelasnya.
Ia menegaskan, upaya tersebut harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama melalui pendidikan karakter di sekolah.
Selain itu, Fuhaira menyebut Kementerian Transmigrasi siap mendorong investasi ke Pandeglang dengan sejumlah syarat, salah satunya kesiapan lahan.
“Kementerian siap membawa investor ke Pandeglang, asalkan kita bisa menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektare yang dekat dengan akses tol atau memiliki infrastruktur yang memadai,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa paradigma transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan. Program tersebut tidak lagi sekadar memindahkan penduduk ke wilayah terpencil, tetapi berfokus pada pembangunan ekosistem yang terintegrasi.
“Sekarang transmigrasi bukan hanya memindahkan orang ke wilayah sepi, tetapi membangun ekosistem yang baik, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga sarana dan prasarana,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir, termasuk dalam sektor pendidikan dan mata pencaharian masyarakat.
Editor: Mastur Huda











