SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Banten Fraksi Gerindra Sopwan membantah melakukan penganiayaan terhadap Supiyadi, warga Kragilan, Kabupaten Serang.
Sopwan menyebut bahwa informasi jika dirinya melakukan penganiayaan tidaklah benar. Ia menuturkan, pada Selasa 7 November 2023 dirinya menghadiri suatu acara khitanan di Kragilan, Kabupaten Serang.
“Tidak betul itu (lakukan penganiayaan,-red),” kata Sopwan kepada Radar Banten, Rabu, 8 November 2023.
Saat mengikuti khitanan, Sopwan menyebut bahwa terdapat seorang pemuda yang mengolok-golok dirinya hingga melontarkan kata-kata binatang.
“Jadi pas saya mengikuti khitanan saya dipanggil ke panggung oleh seorang biduan yang kebetulan saya kenal. Karena saya pembina forum musisi Serang Timur. Nah pas saya di atas dari panggung, saya diolok-olok tuh di sana. Dibilang kampanye segala macam,” ucapnya.
Tidak terima diolok-olok, Sopwan pun memanggil pemuda yang belakangan diketahui bernama Suryadi itu ke sebuah minimarket. Di sana Sopwan menegur Suryadi atas tingkah lakunya yang tidak menyenangkan.
“Saya tegur saja, bahwa jangan bikin gaduh, cuma tegur. Tidak ada penganiayaan, kontak fisik saja tidak, banyak kok saksinya,” ujarnya.
Usai menegur, Sopwan mengaku dimintai sejumlah uang oleh Suryadi untuk membeli minuman. Sopwan pun mengiyakan dan memberikan uang itu.
“Saya kasih uangnya buat beli minuman, dia minta maaf, saya memaafkan. Sudah berakhir damai,” imbuhnya.
Meskipun begitu, terkait laporan Sopwan mengaku akan menghormati proses dengan memberikan klarifikasi sesuai dengan apa yang terjadi.
Sementara Hasan, seorang saksi mata di lokasi mengatakan, bahwa pada pada saat kejadian Suryadi tengah dalam pengaruh alkohol.
“Orang ini memang udah dalam keadaan mabuk, dan waktu saya yang jemput orang ini buat ketemu Pak Dewan ini tidak ada pemaksaan sama sekali. Orangnya mau buat ketemu,” ucapnya.
Saat bertemu dengan Sopwan, Suryadi disebut semakin menjadi-jadi. Ia semakin berani untuk memaki Sopwan.
“Tapi sama Pak Dewan ditangapi santai, dia cuma dikasih teguran aja. Gak ada kontak fisik. Pas udah dikasih teguran, pemuda itu minta maaf,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











