TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Tangsel disebut menjadi kota peringkat pertama rawan Pemilu menurut Indeks Kerawanan Pemilu KPU RI dan Bawaslu RI yang disampaikan Kapolres Tangsel AKBP Faisal Febrianto.
KPU Tangsel membantah penilaian tersebut. Kepala Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Tangsel Heni Lestari mengatakan, pihaknya telah mencari data tersebut, setelah pengecekan, Kota Tangsel tidak disebutkan sebagai kota dengan tingkat kerawanan tertinggi.
“Kami cek di Indeks Kerawanan Pemilu yang dibuat Bawaslu RI, Kota Tangsel tidak disebutkan tingkat sebagai Kota dengan tingkat kerawanan tertinggi, termasuk Provinsi Banten pun masih dibawah DKI Jakarta dan Papua,” ujar Heni, Jum’at 17 November 2023.
Heni mengatakan, pihaknya telah menyampaikan data tersebut ke Kapolres AKBP Faisal Febrianto. Menurutnya, pihaknya masih berkomunikasi terkait data indeks kerawanan Pemilu tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Kota Tangsel disebut menjadi wilayah nomor satu rawan Pemilu di Indonesia. Hal itu diungkapkan Kapolres Kota Tangsel AKBP Faisal Febrianto.
Kapolres mengatakan, menurut Indeks Kerawanan Pemilu yang dikeluarkan KPU RI dan Bawaslu RI, khusus Kota di Indonesia, Kota Tangsel menempati peringkat utama rawan Pemilu.
“Menurut Indeks Kerawanan Pemilu, khusus untuk Kota, Kota Tangsel ini kerawanannya se-Indonesia peringkat satum. Ini yang dikeluarkan KPU dan Bawaslu pusat,” ujar Faisal dalam rapat persiapan kampanye damai di gedung DPRD Tangsel, Rabu kemarin.
Menurut Faisal, Indeks Kerawanan Pemilu yang dirilis KPU dan Bawaslu memasukan Tangsel peringkat pertama, justru dilapangan melalui pencermatan pihaknya seperti adem ayem.
“Jadi kita ini Indeks kerawanannya nomor satu di Indonesia. Tapi ketika kita lihat di lapangan, pada saat kita patroli di wilayah Tangsel, ini adem ayem semua, jadi kerawanannya diamana?” ujarnya.
Faisal mengatakan, walaupun Tangsel dianggap wilayah paling rawan Pemilu di Indonesia, pihaknya meminta agar seluruh tahapan Pemilu dan soliditas antar partai politik harus dibangun melalui hubungan kekeluargaan.
“Ini bukan pertama kali Tangsel mengadakan Pemilu, udah 4 kali, jadi saya mohon bantuan masyarakat dan steakholder terkait, bahwa keamanan ini tercipta berkat dukungan semua pihak, kalau partai itu ada sampai pengurus ranting, tolong kita bersama-sama menciptakan suasana aman,” ujarnya.
Faisal mengatakan, wilayah Tangsel paling heterogen dan kompleks, baik dari kemajemukan masyarakatnya, kesukuannya dan lain senagainya. Namun, selama ia menjabat sebagai Kapolres Tangsel, belum ada kasus-kasus horizontal terjadi di Tangsel, hal itu membuktikan masyarakat Tangsel solid dan menjaga kerukunan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Abdul Rozak











