PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-PT Bangun Azima Cipta Mandiri kontraktor pelaksana pengerjaan proyek pelandaian Tanjakan Bangangah optimis jalan Mengger-Caringin bisa difungsionalkan sebelum libur tahun baru 2024.
Pernyataan itu disampaikan Kontraktor Pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri Sony di lokasi proyek pelandaian tanjakan Bangangah, di Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi.
Proyek pelandaian Tanjakan Bangangah kurang lebih sepanjang 700 meter dengan titik pengerjaan antara Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi dan Kampung Lebak Situ, Desa Banjawarngi, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Adanya pengerjaan di Tanjakan Bangangah membuat akses jalan Mengger-Caringin ditutup sementara sejak 21 Agustus 2023 lalu. Penutupan jalan Mengger-Caringin hanya di titik lokasi pengerjaan yakni di Tanjakan Bangangah.
Menurut Sony, pengerjaan proyek pelandaian tanjakan Bangangah memasuki pemasangan tiang pancang pada dinding tebing tanah.
“Pemasangan tiang pancang masih berlangsung. Kalau itu sudah selesai maka sebelum libur tahun baru Tanjakan Bangangah sudah bisa difungsionalkan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Tanjakan Bangangah, Senin, 20 Desember 2023.
Sony menjelaskan, proses pengerjaan pelandaian tanjakan Bangangah kurang lebih sepanjang 700 meter. Sepanjang 250 meternya sudah selesai pemasangan TPT, pengerukan dan sudah dilakukan pengecoran badan jalannya.
“Sisanya terus dikebut. Yang paling utama saat ini tengah berjalan pemasangan tiang pancang kurang lebih sepanjang 150 meter,” katanya.
Pemasangan tiang pancang dilakukan pada titik lokasi pengerukan badan jalan sampai kedalaman 7-8 meter. Supaya tidak longsor maka dipasang tiang pancang.
“Hanya saja pada saat pengerukan badan jalan maupun tiang pancang menghadapi kendala. Menemukan batu ada seukuran segede rumah, terus ada batu ngampar, dan batu ngelel,” katanya.
Keberadaan batu ini, berada pada titik pengerjaan utama atau pas puncak tanjakan yang dilandaikan. Dengan kontur batu sangat keras sulit dipecahkan pakai alat berat.
“Ada batu ngampar yang pakai alat berat Decker gak tembus gak mau pecah. Sudah dua Minggu dan ganti alat tidak pecah tapi begitu pakai tenaga orang ahli batu itu bisa pecah,” katanya.
Jadi, diungkapkan Sony, tingkat kekerasan batu di Tanjakan Bangangah diluar dari perkiraan. Lantaran batuannya beragam dengan tingkat kekerasan beragam dan ada yang tak bisa ditembus pakai alat berat.
“Keberadaan batu di badan jalan menyebabkan pengerjaan mengalami kendala. Namun kami optimis sebelum tahun baru Tanjakan Bangangah bisa difungsionalkan,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











