Kemudian, hari ini juga pihaknya sudah melaksanakan proses produksi logistik. Jenis logistik ini dibagi dua tahap, tahap pertama, pengadaan kotak suara, bilik suara, tinta, segel plastik, segel kertas,
“Dan hari ini sudah memasuki produksi surat suara untuk DPRD tingkat provinsi. Artinya tahapan Pemilu pemilih harus tahu, makanya kami perlu memastikan ke KPU Kabupaten dan Kota, medsosnya harus aktif dan terus di-update,” katanya.
Meng-update apa saja kegiatan sudah, sedang, dan akan dilaksanakan oleh KPU Kabupaten dan Kota.
“Oleh karena itu kami harus memastikan bahwa setiap hari aktivitas di-update. Aktivitas yang berkaitan dengan tahapan ketika tidak ada tahapan publik juga harus tahu apa yang sedang dilaksanakan oleh KPU, makanya hari ini kami datang ke KPU Pandeglang untuk memastikan bahwa media sosial, facebook, instagram, termasuk juga website-nya aktif,” katanya.
Postingan pada media sosial, dapat di-update kaitan prodak hukum. Misalnya saja waktu kemarin masing-masing KPU Kabupaten dan Kota ini harus menetapkan produk hukum, yang berkaitan dengan lokasi penempatan alat peraga kampanye.
“Kan publik juga harus tahu produk hukum apa yang sudah dikeluarkan KPU. Untuk mengedukasi, menyebarkan informasi, bukan hanya sekedar metode tatap muka, tetapi juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Perkembangan situasi saat ini yang tentunya banyak masyarakat aktif di media sosial.
“Tentunya kami harus mengimbangi Jadi jangan sampai kami tidak mengikuti perkembangan zaman. Sekarang kan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara positif, salah satunya untuk mengedukasi, memberikan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu,” katanya.
Anggota KPU Kabupaten Pandeglang, Samsuri, menyambut baik kedatangan Komisioner KPU Banten.
“Tadi datang langsung mengecek postingan medsos KPU. Termasuk juga postingan di medsos pribadi turut dicek agar selalu meng-update informasi kaitan Pemilu,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











