PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID–Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten meluncurkan program kuliah jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk aparatur desa.
Program ini bertujuan memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa yang memiliki pengalaman belajar di luar perguruan tinggi formal.
RPL Desa ini merupakan inisiatif STIA Banten untuk mendukung akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi para aparatur desa.
Menurut Kabag Pengembangan Administrasi dan Promosi STIA Banten, Bayu Agustian, kampus akan menawarkan jurusan sesuai dengan kebutuhan calon mahasiswa dalam program ini.
Pemilihan program RPL Desa disesuaikan dengan ketentuan yang disepakati oleh Kemendes PDTT, Kemendagri, dan Kemendikbud Dikti.
Bayu juga menyebutkan bahwa para aparatur desa yang mengambil kuliah ini dapat menyelesaikannya dalam waktu hanya 2 tahun, dengan syarat mereka sudah bekerja di desa minimal dua tahun.
“Mereka yang menyelesaikan program ini akan mendapatkan gelar sarjana,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 28 November 2023.
Bayu menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program RPL Desa, pihaknya akan bekerja sama dengan forum peduli masyarakat desa yang berada di bawah naungan Kemendes.
STIA Banten bersama forum tersebut akan menyelenggarakan pelatihan dan pengujian sesuai pengalaman kerja peserta di desa.
“Jika lulus, mereka akan mendapatkan sertifikat yang dapat menggantikan 4 semester awal kuliah,” paparnya.
Dia mengklaim bahwa STIA Banten menjadi satu-satunya kampus di Banten yang memiliki izin untuk mengadakan program RPL Desa.
Bayu menegaskan bahwa program ini bukan untuk mempercepat mendapatkan ijazah sarjana, melainkan untuk mereka yang sebelumnya telah menempuh pendidikan tinggi atau berpengalaman di bidang yang sesuai.
Di tempat lain, Septiana, pegawai di kantor Kelurahan Kadumerak, memberikan apresiasi terhadap langkah STIA Banten dalam meningkatkan inklusivitas pendidikan.
“Buat pekerja kelurahan yang hanya lulusan SMK seperti saya, ini sangat berguna. Gak banyak kampus yang memudahkan seperti itu,” ucapnya.
Septiana menyatakan bahwa sebelumnya ia mengetahui program RPL Desa di kampus lain, namun belum menemukan di Pandeglang.
“Setelah ini, InsyaAllah saya akan mendaftar. Saya ingin memahami lebih dalam terlebih dahulu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











