PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 59 guru di Kabupaten Pandeglang mengikuti program pendidikan guru penggerak (PPGP) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek.
Ke-59 guru yang mengikuti PPGP terdiri dari 2 (dua) orang guru PAUD, 31 guru SD dan 26 guru SMP.
Ke-59 guru tersebut merupakan Calong Guru Penggerak Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Hasan Bisri mengatakan, calon guru penggerak ini akan diploting untuk menjadi kepala sekolah.
“Sesuai amanat dari Kemendikbudristek Nomor 40 tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah diantaranya mempunyai sertifikat guru penggerak,” katanya dalam rilis diterima RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 2 Desember 2023.
Pada saat ini sebanyak 59 guru baru saja selesai melaksanakan program pendidikan guru penggerak kurang lebih selama 6 bulan. Sebanyak 28 di antaranya akan diusulkan menjadi kepala sekolah.
“Disiapkan untuk pengganti kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun. Jadi dari awal sudah kita lakukan identifikasi karena memang kami berkomitmen sejalan dengan peraturan Kemendikbudristek agar para guru penggerak bisa menjadi kepala sekolah,” katanya.
Kasubag Umum Balai Guru Penggerak (BGP) UPT Kemendikbudristek Provinsi Banten Apriana Anggraini menambahkan, para calon guru penggerak yang saat ini melakukan lokakarya terakhir sudah melakukan pembelajaran selama 6 bulan dengan melakukan 7 kali lokakarya.
“Ini yang terakhir, setelah ini input penilaian. Ketika lulus sesuai Kemendikbudristek para guru ini bisa dicalonkan untuk jadi kepala sekolah dan pengawas,” katanya.
Apriana berharap hasil pembelajaran yang dilakukan selama 6 bulan oleh CGP tidak disiasiakan. Hal itu justru yang didapat harus terus dikembangkan bahkan ada transfer kepada guru lain.
“Jumlah CGP angkatan 8 kabupaten Pandeglang sebanyak 59 orang guru. Yang tergabung dalam Guru Pendidikan Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP),” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta berharap CGP ini memberikan perubahan pada kualitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang.
“Calon guru penggerak adalah motor penggerak pendidikan di Pandeglang. Kami harap hasil pembelajaran direalisasikan dengan peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Guru penggerak memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Mereka memiliki tugas yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memotivasi siswa untuk belajar dengan semangat dan tekun.
“Guru penggerak harus memiliki sifat proaktif, kreatif, dan fleksibel dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Untuk menjadi guru penggerak yang sukses, diperlukan persiapan dan pengembangan diri yang baik, seperti menjaga semangat belajar, merancang strategi pembelajaran yang efektif, meningkatkan keterampilan komunikasi, memecahkan masalah, dan meningkatkan kemampuan digital,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











