PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 180 orang peserta mengikuti apel bersama siaga bencana di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.
Ke-180 peserta apel siaga bencana terdiri dari satu pleton anggota Polres, satu pleton anggota Kodim 0601 Pandeglang, dari BPBD 15 orang, Dinkes lima orang, Dinas Sosial lima orang, Satpol PP 15 orang, FPRB lima orang, dan Linmas sebanyak 45 orang.
Adapun selaku pembina apel Siaga Bencana yaitu Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah.
Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah mengatakan, apel siaga digelar karena memasuki musim penghujan seperti saat ini potensi terjadinya bencana alam sangat besar.
“Untuk itu perlu adanya peran serta kita semua dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam,” katanya usai Apel Siaga Bencana di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Senin, 11 Desember 2023.
Kapolres menjelaskan, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Bahwasannya penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Walaupun sebagai penanggung jawab adalah pemerintah, kita sebagai garda terdepan harus tanggap dan sigap jika terjadi bencana. Maka perlu ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan, pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana ini merupakan wujud nyata sinergitas kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi terjadinya bencana alam di tahun 2023. Bencana alam terjadi secara mendadak dan tidak dapat diprediksi.
“Untuk itu perlu adanya 3K yaitu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antar-lintas pemangku kepentingan. Agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga hal-hal yang lebih buruk tidak terjadi,” katanya.
Oleh karena itu, Kapolres menegaskan, menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi, mengayomi dan melayani agar bisa menciptakan masyarakat yang aman dan tanggap terhadap bencana.
“Kita semua berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar di wilayah kita di hindarkan dari musibah dan bencana yang akan terjadi. Dan digantikan dengan keselamatan serta keberkahan,” katanya.
Sekretris Daerah Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta menuturkan, mitigasi bencana harus dilakukan karena bencana bisa terjadi kapan saja.
“Kesiapsiagaan terus kami lakukan diantaranya melakukan mitigasi. Personil reaksi cepat juga sudah kami siapkan untuk mengantisipasi terjadinya
bencana,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pandeglang Sutoto
mengatakan, kesiapsiagaan juga dilakukan oleh Dinas Sosial.
“Kami telah menyiapkan kurang lebih
ada 15 lumbung sosial. Diantaranya di Kecamatan Sumur, Patia, Carita, Labuan,
Cikeusik, Sukaresmi, dan Angsana,” katanya.
Selain dari kesiapsiagaan lumbung sosial, Dinas Sosial juga menyiapkan personel relawan kebencanaan. Yaitu
Tanggap Bencana (Tagana) dan relawan Kampung Siaga Bencana (KSB).
“Untuk relawan kurang lebih sebanyak 210 personel. Dan tentunya dibantu juga relawan lain,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











