SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akibat kenaikan harga, inflasi di Kota Serang mencapai 2,23 persen pada November 2023 secara year to year (yoy).
Merujuk pada data dari Badan Pusat Statistik Kota Serang, inflasi sebesar 2,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,88. Secara mont to mont (mtm) Kota Serang sebesar 0,34 persen.
Inflasi year to year di Kota Serang terjadi akibat adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks 10 kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,57 persen.
Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,73 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,30 persen.
Pada kelompok kesehatan sebesar 2,57 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,82 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,35 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran masing-masing sebesar 1,11 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,56 persen. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,52 persen.
Sementara, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,53 persen.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyebut bahwa inflasi di Kota Serang mengalami penurunan.
Jika dibandingkan pada bulan Oktober 2023, inflasi di Kota Serang secara year to year (yoy) sebesar 2,09 persen dengan IHK sebesar 119,47.
Secara mont to mont (mtm) inflasi di bulan Oktober 2023 sebesar 0,06 persen.
Penjabat (Pj) Walikota Serang, Yedi Rahmat, mengatakan, berdasarkan data yang didapatkan oleh pihaknya, inflasi di Kota Serang mengalami penurunan diangka 2,23 persen.
“Hal tersebut merupakan hasil Pemerintah Kota Serang dari berbagai upaya operasi pasar, dan pasar murah dalam pengendalian harga lainnya,” ujarnya usai Rapat High Level Triwulan IV 2023 bersama Bank Indonesia Perwakilan Banten, BPS Kota Serang, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Kamis, 14 Oktober 2023.
Yedi menuturkan, pada pekan depan, Pemkot Serang akan melakukan kembali operasi pasar sebagai gerakan pangan murah untuk stabilisasi pengendalian harga pangan.
“Hari Senin, isya Allah ada operasi pasar murah, yang nanti dimulai di Puspemkot, dan akan disusul ditiap kecamatan se-Kota Serang,” katanya.
Dijelaskan Yedi, Pemkot Serang akan menggandeng Perum Bulog Sub Divre Serang dalam melakukan operasi pasar, dan menjual paket sembako dengan harga yang murah.
“Kita minta tim Bulog untuk menaruh harga serendah mungkin agar bisa diterima oleh masyarakat Kota Serang,” jelas Yedi. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











