SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan ditargetkan 4,7 persen sampai 5,5 persen. Untuk mencapai target itu, maka Banten mengusung kemandirian pangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan, tahun 2024, prospek ekonomi dunia melambat, ketidakpastian tinggi. “Tahun depan harus mengencangkan ikat pinggang,” tegas Imad saat kegiatan Banten Economic Outlook 2023 dengan tema Kemandirian Pangan: Peningkatan Produksi dengan Optimalisasi Potensi Lokal Banten di Gedung Negara, Senin, 18 Desember 2023.
Kata dia, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan III 2023 kembali meningkat sebesar 4,97 persen (yoy) atau 0,73 persen (qtq). Sementara itu, pengendalian inflasi juga end to end baik dari sisi hulu maupun hilir.
Tahun lalu, lanjutnya, Banten mencanangkan kemandirian pangan. Namun, holtikultura masih defisit di Banten tapi tidak bisa menggantungkan kepada daerah lain.
Untuk itu, Banten harus mandiri.
Kata dia, ada beberapa usulan langkah Provinsi Banten menuju ketahanan pangan.
Pertama, sinergi kebijakan fiskal – moneter. Kedua, sinergi kebijakan stabilitas sistem keuangan. Ketiga, sinergi dalam akselerasi digitalisasi, ekonomi, dan keuangan nasional. Keempat, sinergi dalam hilirisasi pertanian. Terakhir, kebijakan perdagangan, investasi, dan infrastruktur.
Sementara itu, Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan, cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi. Maka harus melakukan gerakan tanam mandiri.
Untuk itu, ia mengaku akan mewajibkan setiap lahan perkarangan rumah untuk menanam cabai. Kali ini, pihaknya pun mendapatkan bantuan 2 ribu tanaman cabai dari BI dan Pemprov Banten untuk kemudian dibagikan kepada kabupaten/kota.
Terpisah, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, secara letak geografis, Banten sangat diuntungkan. Kawasan bagian selatan Banten akan dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan. Maka prospek ke depan adalah kedaulatan pangan. Bahkan, infrastruktur untuk mendukung itu sudah ada, mulai dari pembangunan Waduk Karian hingga jalan tol.
“Mudah-mudahan hal ini dapat meningkatkan nilai khusus bagi Banten,” ujarnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi











