CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon menyoroti kasus kekerasan pada anak.
Pada momentum hari ibu, DP3AP2KB Kota Cilegon menyoroti masih terjadinya kasus kekerasan terhadap anak.
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma menjelaskan, pihaknya menyoroti kasus kekerasan pada anak di Kota Cilegon.
Pihaknya menyoroti hal itu pada momentum hari ibu karena berkaitan dengan pola asuh orang tua terhadap anak.
“Kasus kekerasan pada anak sedang meningkat,” ujar Lia, Selasa 19 Desember 2023.
Lia menjelaskan, salah satu penyebab kasus kekerasan pada anak semakin meningkat berkaitan dengan pola asuh.
Karena itu, pada peringatan hari ibu, pihaknya menghadirkan trainer profesional untuk memberikan pemahaman tentang pola asuh tersebut.
“Pola asuh kan berkaitan dengan pemahaman, pengetahuan, dan perekonomian,” ujar Lia.
Dengan edukasi ini diharapkan kasus kekerasan pada anak bisa semakin ditekan, bahkan hilang di Kotq Cilegon.
Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Cilegon Masita menjelaskan, kasus kekerasan pada perempuan dan anak dari Januari hingga November sebanyak 227 kasus.
Kekerasan psikis sebanyak 113 kasus, kekerasan fisik 46 kasus, kekerasan seksual 46 kasus, penelantaran 15 kasus, dan TPPO sebanyak 7 kasus.
Khusus terhadap anak, kasus kekerasan psikis sebanyak 56 kasus, kekerasan fisik sebanyak 12 kasus, kekerasan seksual 34 kasus, penelantaran 5 kasus, dan TPPO 6 kasus.
Dikatakan Masita, pihaknya terus melakukan upaya pembinaan melalui sosialisasi dan pendampingan guna melindungi anak dan perempuan di Kota Cilegon dari tindakan eksploitasi maupun kekerasan. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











