SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Investasi selama 10 tahun terakhir di Indonesia dinilai meningkat signifikan. Namun, dengan investasi yang masuk cukup banyak tersebut, tidak sebanding dengan penyerapan tenaga kerja.
Hal tersebut dikatakan Anies Baswedan saat melakukan dialog publik bersama mahasiswa di Universitas Bina Bangsa (Uniba) Kota Serang, Kamis, 21 Desember 2023.
Anies menjelaskan, lapangan pekerjaan terdapat dua aspek, itu demand dan supply.
Pada tahun 2013, investasi yang masuk ke Indonesia senilai Rp 399 triliun.
“Tahun 2013 jumlah investasi yang masuk ke Indonesia itu Rp 399 triliun. Meningkat menjadi Rp 1.200 triliun di tahun 2022. Tetapi penyerapan tenaga kerjanya per triliun menurun,” ujar Anies.
Anies menilai, investasi yang meningkat itu hanya berada di bidang padat modal saja. Sehingga, penyerapan tenaga kerja tidak maksimal.
“Artinya apa? Artinya investasinya di bidang padat modal. Sehingga dia tidak menyerap tenaga kerja. Jadi penyerapan tenaga kerjanya menjadi kecil. Ini harus diubah,” katanya.
Dijelaskan Anies, Banten harus didorong menjadi reindustrialisasi yang menyerap tenaga kerja dengan penyerapan investasi padat karya.
“Dengan begitu maka jumlah lapangan pekerjaannya banyak. Jadi itu sisi demand tenaga kerja,” jelasnya.
Sementara, kata Anies, pada sisi supply harus dikerjakan saat kepastian permintaan tenaga kerja dipenuhi oleh tenaga kerja setempat.
“Caranya tenaga kerja setempat harus memiliki kompetensi dan memiliki skill yang setara dengan yang dibutuhkan. Jangan sampai demand yang meningkat supply nya dari luar daerah,” tuturnya.
Kemudian, lanjut Anies, menambah vokasi yang sejalan dengan industrialisasi. Sehingga, mereka yang terdidik langsung dapat terserap dengan lapangan pekerjaan.
“Dan saya tahu persis perusahaan-perusahaan yang bekerja di bidang manufaktur, mereka ingin sekali dapat tenaga kerja yang berada dari sekitar situ. Kenapa? Karena itu memudahkan sekali urusan sosiologis mereka. Karena apa? Meminimalkan konflik,” ujarnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











