SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan pecandu narkotika narkotika direhabilitasi BNN Provinsi Banten pada tahun 2023. Dari puluhan pecandu narkotika tersebut mayoritas merupakan pelajar SMP dan SMA.
“Mayoritas pelajar SMP dan SMA (yang direhabilitasi),” ujar Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid dalam ekspose akhir tahun belum lama ini.
Rohmad mengungkapkan, pelajar yang direhabilitasi tersebut karena kecanduan obat keras jenis tramadol dan hexymer. Obat-obatan tersebut diketahui banyak diperjualbelikan dengan harga yang murah. “Kebanyakan mengonsumsi obat tramadol dan hexymer,” katanya didampingi Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Banten Yanuar Sadewa.
Rohmad menjelaskan, selama tahun 2023 pihaknya ditargetkan untuk merehabilitasi 70 pecandu narkotika. Dari target yang telah ditetapkan tersebut, bidang rehabilitasi telah berhasil mencapainya. “Di Klinik Pratama BNN Provinsi Banten kita ditargetkan 70 orang, alhamdulillah sudah tercapai,” ungkapnya.
Rohmad mengatakan, program rehabilitasi tersebut merupakan upaya BNN Provinsi Banten dalam rangka mengurangi penyalahgunaan narkotika di wilayahnya. BNN Provinsi Banten kata dia, mengajak para pecandu dan pelaku penyalahgunaan narkotika untuk untuk mengkuti program rehabilitasi di kliniknya.
“Rehabilitasi pecandu dan dan penyalahgunaan narkotika hingga pulih ini merupakan langkah yang tetap untuk menekan permintaan terhadap narkotika,” jelasnya.
Terkait pengungkapan kasus narkotika pada tahun 2023, Rohmad mengatakan, pihaknya mengungkap 13 kasus dengan 13 orang tersangka yang ditetapkan. Sedangkan untuk barang bukti yang disita 15.381 gram sabu, 63.151 gram ganja. “Barang bukti yang diamankan sabu sebanyak 15.381 gram dan ganja 63.151 gram,” katanya.
Rohmad mengungkapkan, jumlah barang bukti yang diamankan tersebut meningkat pesat jika dibandingkan pada tahun 2022 lalu. Pada tahun 2022, petugas BNN Provinsi Banten mengamankan sabu 2,5 kilogram dan ganja 2 kilogram. “Terjadi peningkatan yang cukup besar (barang bukti yang diamankan),” ujar perwira tinggi Polri tersebut.
Rohmad menambahkan, kasus yang berhasil diungkap pada tahun 2023 didominasi menggunakan modus mengedarkan melalui jasa ekspedisi pengriman paket.
“Narkoba kebanyakan dari wilayah Sumatera, di sana kemungkinan dari jaringan Malaysia, Thailand, Afrika, selama ini jaringan dari Sumatera,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor : Aas Arbi











