SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang berada di Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen disebut sudah mencapai 44 persen.
Sistem penyediaan air minum tersebut ditargetkan dalam lima tahun ke depan, dapat membuat 26 ribu sambungan rumah air bersih untuk masyarakat Kota Serang.
Direktur Perumdam Tirta Madani Arif Setiawan menjelaskan, saat ini target capaian secara keseluruhan masih berada di bawa empat persen dari jumlah penduduk sekitar 700 jiwa.
“Dengan rencananya pengembangan yang saat ini justru itu akan mendongkrak dari pada capaian target sambungan rumah,” ujarnya, Kamis 4 Januari 2024.
Dijelaskan Arif, pihaknya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, dapat mencapai 26 ribu sambungan air bersih yang diambil dari beberapa sumber air di Kota Serang.
“Itu bisa kami mencapai 26.000 sambungan 5 tahun ke depan. Apabila Waduk Karian dan Sindangheula tidak bisa mensuplai kami, maka Kota Serang itu sulit untuk berkembang,” jelasnya.
Menurutnya, sumber air baku di Kota Serang masih terbatas. Selain itu, apabila jaringan distribusi utama (JDU) dan sambungan rumah (SR) sudah selesai, Pemkot Serang akan memprioritaskan air bersih tersebut di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Cipocok Jaya.
“Dan kami sudah lakukan survei seperti pertama di Grand Sutera itu sangat membutuhkan karena air di sana itu memang air payau, sangat sekali membutuhkan,” tuturnya.
Sementara PPK Air Minum Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten David Parlindungan Manurung mengatakan, berdasarkan data, saat ini dibutuhkan 2.000 sampai 4.000 sambungan rumah (SR).
“Instalasi pengolahan air bersih kapasitasnya 20L/detik dan daya tampung penampungannya 1000 kubik. Progres pembangunan fisiknya sudah 44 persen,” ucapnya.
Saat ini, kata dia, air baku yang dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masih diambil dari Sungai Ciwaka.
“Target pertama pemasangan jaringan ke RSUD Kota Serang dan sekitarnya. Untuk alokasi air bakunya kami ambil dari Sungai Ciwaka,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











