PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang pria bernama Andrian (49) asal Kampung Cikole Petir, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang berhasil mengembangkan ribuan bibit alpukat dengan nilai ekonomi tinggi.
Dalam industri pertanian selama dua belas tahun, Andrian beralih ke pembibitan alpukat, dengan memanfaatkan pekarangan belakang rumahnya.
Petani Alpukat Andrian mengungkapkan, dirinya membudidayakan pembibitan alpukat Cengkho dan alpukat Miki sebanyak 3.000 batang yang tumbuh dilahan yang subur dan memiliki keunggulan tersendiri.
“Kalau manfaatnya banyak dan keunggulan alpukat Cengkho ini dia mampu bertahan dari serangan lalat buah dan daunya tidak disukai sama ulat dagingnya tebal dan mudah dikelupas serta ketika saat matang berubah warna,” ungkapnya, Rabu 24 Januari 2024
Buah alpukat tidak hanya lezat tetapi juga memiliki beragam manfaat kesehatan. Kaya akan 20 jenis vitamin, nutrisi, dan fitonutrien, alpukat menjadi sumber makanan yang efektif untuk menurunkan kadar lemak, termasuk kolesterol dalam tubuh.
Kandungan folat yang tinggi dalam buah alpukat membantu mencegah risiko kanker usus besar, lambung, pankreas, dan serviks. Selain itu, fitokimia dan karotenoid yang tinggi dalam alpukat bersifat antikanker dan dapat menurunkan kadar sodium dalam darah, mencegah perkembangan kanker menjadi lebih serius.
Ia menjelaskan, dalam penjualannya, permintaan yang tinggi terhadap buah alpukat sulit dipenuhi, dikarenakan dirinya mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang besar. “Sebelum dijual atau dilimpahkan ke pasar, permintaannya sudah sangat tinggi,” jelasnya.
Andrian menuturkan bahwa dari 3.000 bibit alpukat yang ditanamnya, pada tahun pertama masa panen sudah berhasil menghasilkan 50 kilogram buah. “Tahun pertama panen kita baru lima puluh kilo, tapi sudah tiga kali tahapan panen,” tuturnya.
Meskipun jumlahnya terbilang kecil pada awalnya, namun dalam tiga tahapan panen pertama, satu kilogram buah alpukat dapat dijual dengan harga Rp 75 ribu.
Lanjutnya, dengan penjualan yang merata ke seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, permintaan terus meningkat untuk varietas alpukat Cengkho yang dibudidayakan oleh Andrian.
“Kalau penjualan kita sudah menyebar ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke permintaan alpukat Cengkho ini,” lanjutnya.
Dalam penjualan alpukat, Andrian berhasil meraih omzet puluhan juta setiap bulannya, menjadikan bisnis ini sebagai sumber pendapatan yang signifikan untuknya. “Hasil penjualan sendiri omsetnya bisa mencapai Rp 20-30 juta,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











