SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menginginkan agar kuota program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun 2024 dapat terserap 100 persen.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pada tahun ini mendapatkan tambahan kuota dari 19.000 bidang tanah menjadi 46.000 bidang tanah atau lebih dari dua kali lipat.
Tatu mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang kembali meneruskan program PTSL pada tahun ini. Bahkan ada penambahan kuota untuk tahun ini yang mencapai dua kali lipat.
Menurutnya program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Serang karena dapat memberikan hak atas aset tanah yang mereka miliki sehingga meminimalisir terjadinya sengketa.
“Kami senantiasa mengawal program ini karena merupakan program yang sangat berharga bagi masyarakat, karena akhirnya mereka mempunyai legalitas formal untuk tanah mereka sebagai tanda bukti hak atas tanah yang mereka miliki,” katanya, Rabu 31 Januari 2024.
Tatu mengatakan, pada tahun ini, kuota PTSL untuk masyarakat Kabupaten Serang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Ia pun menginginkan agar kuota yang diberikan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan terserap seluruhnya.
“Kerja sama antara BPN Kanwil Banten, BPN Kabupaten Serang dan Pemkab Serang ini sangat dibutuhkan kerena kami punya target kuota yang diberikan untuk program PTSL itu semuanya harus bisa direalisasikan 100 persen,” jelasnya.
Menurutnya, agar dapat terealisasi seluruhnya, ia pun meminta agar pemerintah baik di tingkat kecamatan ataupun desa tidak mengandalkan BPN, melainkan berkolaborasi dengan masyarakat untuk membentuk Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) dan Gerakan Masyarakat Pengumpulan Data Yuridis (Gemadadis).
“Ini tidak hanya mengandalkan dari jajaran BPN. Pemda Serang, kecamatan dan pemerintah desa harus mengawal, berkaitan dengan pelaksanaan pemasangan patok, batas tanah. Kemudian juga untuk kelengkapan lainnya untuk administrasinya,” terangnya.
Lebih lanjut, untuk memastikan pelaksanaan program dapat berjalan maksimal, pihaknya akan rutin melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang dijalankan.
“Evaluasi ini harus sering, mau per dua minggu, atau paling telat per bulan ini insya allah dengan kepala kantor bpn dan jajaran ada WA grup dengan jajaran pemda, camat dan kepala desa, supaya komunikasi bisa intens apa persoalan dibawah yang bisa dibantu oleh pemda, kecamatan atau desa,” jelasnya.
Ia juga meminta apabila ada kepala desa yang pasif dalam pelaksanaan program PTS, maka pemerintah kecamatan harus turun tangan untuk memastikan program tersebut berjalan lancar.
“Dengan adanya WA grup kita bisa melihat progres dari hari ke hari, kalau ada kepala desa yang tidak aktif camat ya harus turun tangan, kan banyak jajaran pegawai desa yang bisa ditugaskan, supaya ini bisa berjalan lancar dan menyelesaikan kuota yang diberikan untuk masyarakat Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Banten Rudi Rubijaya mengatakan terdapat penambahan hingga 2 kali lipat untuk program PTSL di tahun ini di Kabupaten Serang.
“Untuk Kabupaten Serang 46.500 bidang. Ini sebuah pekerjaan yang besar sehingga kami ucapkan Terima kasih kepada ibu bupati dan jajarannya, yang mensuport dan mendukung program ini termasuk para camat, kepala desa dan perangkat RW dan RT yang sudah bersedia mengikuti program PTSL,” jelasnya.
Ia mengatakan, di Kabupaten Serang sendiri saat ini sudah sekitar 70 persen bidang tanah sudah tersertifikasi. Untuk itu pihaknya saat ini tengah fokus mengejar 30 persen lahan yang belum tersertifikasi.
“Di Kabupaten Serang yang sudah bersertifikat kurang lebih 70 persen jadi 30 persen lagi akan kita selesaikan 2024 dan sisanya 2025,” tegasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











