LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID–Kabupaten Lebak menjadi daerah dengan pembangunan SMA/SMK negeri terbanyak di Banten. Sejak 2022 sampai 2023, ada 11 unit sekolah baru (USB) SMA/SMK negeri yang dibangun Pemprov Banten di Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengatakan, sejak 2022 sampai 2023, ada 21 sekolah yang dibangun Pemprov Banten di Lebak. Jumlah itu terdiri dari 11 SMK negeri dan 10 SMA negeri.
Ia memaparkan, dari 11 SMK negeri yang dibangun di Kabupaten Lebak, lima di antaranya adalah USB, yakni SMKN 1 Panggarangan, SMKN 1 Sajira, SMKN 1 Maja, SMKN 1 Kalanganyar, dan SMKN 2 Malingping.
Sedangkan untuk SMA negeri, Tabrani menyebut dari 10 sekolah yang dibangun, enam di antaranya adalah USB. Yaitu SMAN 3 Panggarangan, SMAN 4 Panggarangan, SMAN 1 Cirenten, SMAN 4 Muncang, SMAN 2 Cijaku, dan SMAN 2 Rangkasbitung.
“Selain USB, ada juga pembangunan sarana prasarana lainnya seperti ruang kelas baru, ruang praktik siswa, ruang guru dan tata usaha, laboratorium, ruang kepala sekolah, toilet, serta ruang penunjang kegiatan belajar mengajar sekolah,” terang Tabrani saat peresmian hasil pembangunan bidang pendidikan di SMKN 2 Malingping, Kabupaten Lebak, Senin, 5 Februari 2024.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pembangunan yang dilakukan Pemprov Banten di Kabupaten Lebak, salah satu alasannya adalah untuk percepatan.
“Secara luasan wilayah, Kabupaten Lebak luas sekali. Maka sarana prasarana itu untuk menjangkau terdekat kepada masyarakat, maka kuantitasnya menjadi lebih banyak,” ujarnya.
Al berharap sarana dan prasarana yang dibangun dioptimalkan. “Punya hal yang harus dikelola bersama. Satu sisi kita bangun di berbagai tempat, ada juga siswanya terbatas. Tapi satu sisi lain di perkotaan, kalau kita lihat PPDB (penerimaan peserta didik baru – red), jumlah siswa pelamarnya dengan daya tampungnya terbatas. Jadi itulah problem kita untuk pemerataan pendidika,” tuturnya.
Meski pun begitu, pihaknya akan mendorong termasuk di perkotaan juga terus menggiatkan kuantitas dan kualitas. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











