PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang pemuda asal Pandeglang bernama Aldiansyah, warga Kampung Cicalung Sabrang, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, telah berhasil mencetak omzet jutaan rupiah. Ia mengolah tanaman singkong menjadi tepung Mocaf yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Aldiansyah mengungkapkan bahwa awal mula bisnisnya berawal dari melihat peluang pada tanaman singkong yang sering diabaikan oleh orang-orang. Harga jualnya pun merosot dan bahkan tidak laku, membuat petani merasa putus asa. Dari situlah, ia mendapat inspirasi untuk mengolah singkong menjadi tepung.
“Awalnya itukan si singkong itu dipandang sebelah mata oleh orang-orang, nah saya lihat ada sebuah peluang disitu, saya juga kasian sama petani yang udah menanam selama 8 atau 10 bulan, tetapi ketika panen nilai jualnya turun, dari pada petani gagal disitu saya kepikiran untuk mengolah singkong itu menjadi tepung,” ungkapnya, Minggu 25 Februari 2024.
Ia menjalankan bisnis tersebut sejak tahun 2020 sampai saat ini yang berkolaborasi bersama sahabatnya yang juga peduli terhadap tanaman singkong.
“Jadi saya itu colab sama teman-teman saya, iya produksinya olahan singkong yang menghasilkan menjadi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour), jadi kebetulan saya bersama teman punya lahan singkong seluas 1 hektar di dekat rumah,” katanya.
Lanjutnya, tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan hasil modifikasi dari tepung singkong yang proses pembuatannya dilakukan dengan metode fermentasi. Prinsip fermentasi yang dilakukan adalah menggunakan prinsip modifikasi sel singkong oleh bakteri asam laktat.
Ia menyampaikan, untuk proses pembuatan tepung Mocaf terdiri dari persiapan bahan yaitu menggunakan singkong muda, pengupasan singkong, pengirisan singkong menjadi bentuk tipis, perendaman, penjemuran, penepungan, pengayakan, dan proses akhir adalah penyimpanan yang tepung ini mampu bertahan lebih dari 12 bulan.
“Tepung Mocaf ini memiliki tampilan warna yang lebih putih jika dibandingkan dengan tepung singkong biasa karena kandungan protein dalam mocaf lebih sedikit jika dibandingkan dengan protein tepung singkong biasa,” ucapnya.
Dia menjelaskan bahwa tepung Mocaf dijual sekitar Rp 15 ribu per kilogram dalam penjualan besar.
“Dengan omzet bisnis mencapai Rp 3 juta per bulan, produk ini dikemas dengan baik untuk meningkatkan nilai jual. Saya juga memanfaatkan media sosial (Medsos) bersama teman-teman untuk memasarkannya,” kata Aldiansyah.
Aldiansyah berharap harga singkong tetap stabil untuk meningkatkan semangat petani. “Semoga harga singkong tetap stabil agar petani tetap termotivasi, karena singkong memiliki banyak manfaat,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editgor: Abdul Rozak











